AirAsia QZ8501: Perjalanan pertama dan terakhir Bima ke luar negeri

wicaksana

Sumber gambar, Dok Keluarga

Keterangan gambar, Bima Adi Wicaksono, kiri, sangat bersemangat dengan perjalanan ke Singapura

Bima Adi Wicaksono dan Stefanie Gunawan adalah dua dari 162 penumpang pesawat AirAsia yang jatuh di perairan Selat Karimata. Kami merangkum sekelumit kenangan keluarga tentang keduanya.

Kisah Bima: Baju dan sepatu baru untuk ke Singapura

Bima Adi Wicaksono berusia 31 tahun. Penerbangan ke Singapura pada Minggu (28/12) itu adalah perjalanan pertamanya ke luar negeri.

Sang ibu, Sribudi Siswardani, mengatakan kepada BBC, "Ia sangat bersemangat. Ia membeli sepatu baru, pakaian baru dan celana baru."

Bima adalah seorang pebisnis yang berjualan seragam secara daring. Ia hobi membaca dan bermain game komputer.

Ibunya mengatakan ia sedikit pendiam dan sangat fokus dengan pekerjaannya. Hasratnya yang terbesar adalah mendidik anak-anak muda dan membangun bisnisnya.

Kisah Stefanie: Sosok yang tegar dan penyayang

Sumber gambar, Pribadi

Gadis di sebelah kanan foto adalah Stefanie Gunawan, 21 tahun. Ia bepergian ke Singapura untuk berlibur akhir tahun bersama kedua orang tuanya, dua saudara lelakinya, nenek dan juga pacarnya.

Stefanie dan pacarnya adalah mahasiswa jurusan pemasaran di Universitas Kristen Petra di Surabaya.

Sahabatnya, Ayu Nirmala Putri, mengatakan Stefanie adalah gadis yang tegar dan menyayangi teman-temannya.

Mereka kuliah di tempat yang sama dan sudah tiga tahun menjalin persahabatan.

Ayu mengatakan, "Saya merasa sangat kehilangan, saya sangat menyayanginya. Ia sudah seperti saudara bagi saya dan saya masih berharap ada keajaiban dari Tuhan."