Hayati Lutfiah, korban pertama AirAsia yang selesai diidentifikasi

Sumber gambar, EPA
Satu jenazah penumpang dan awak AirAsia QZ8501, yang jatuh di Laut Jawa, berhasil diidentifikasi oleh tim DVI (disaster victims identification) Kamis siang (01/01).
Kepala tim DVI Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Budiyono, menjelaskan bahwa jenazah tersebut adalah Hayati Lutfiah Hamid.
Budiyono mengatakan kepastian identitas jenazah didapatkan berdasarkan sumber primer yaitu sidik jari.
"Sidik jari dipastikan matching (sama antara sidik jari korban dan data sidik jari yang didapatkan tim DVI)," kata Budiyono, dalam keterangan pers di Surabaya.
Sumber lain yang dipakai untuk memastikan jenazah tersebut di antaranya adalah perhiasan, seperti kalung, dan kartu identitas atas nama Hayati Lutfia, yang ditemukan di badan korban.
Jenazah Hayati telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu pagi (28/12). Terdapat 155 penumpang dan tujuh awak di pesawat tersebut.
Tim pencari dan AirAsia sudah menyatakan bahwa pesawat tersebut jatuh ke laut.









