Warga: Longsor Banjarnegara terjadi sangat cepat

banjarnegara

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Warga mengatakan longsor terjadi selama beberapa menit saja.

Seorang warga Jemblung yang selamat dari tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, hari Sabtu (13/12) menuturkan bahwa longsor terjadi sangat cepat.

"Saya dengar suara dor, dor. Tidak lama kemudian tiba-tiba longsor terjadi sangat cepat, sekitar lima menit," kata seorang warga bernama Har kepada kontributor BBC Indonesia.

Ia dan delapan anggota keluarganya selamat dan mengatakan tidak sempat lagi menoleh ke belakang untuk melihat keadaan para tetangganya.

Penuturan tersebut konsisten dengan temuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa material longsor meluncur kurang dari 5 menit.

Longsor pada hari Sabtu pekan lau tersebut menurut BNPB terjadi karena material penyusun Bukit Telagalele adalah endapan vulkanik tua yang sudah lanjut dan lapuk ditambah dengan kemiringan lereng yang lebih dari 60%.

Kedua faktor tersebut menjadi fatal setelah hujan deras turun selama dua hari pada 10-11 Desember. Budidaya pertanian di Bukit Telalalele juga tidak menerapkan konservasi tanah dan air.

Sementara itu, hingga Senin (15/12) tim SAR telah menemukan 51 orang korban meninggal dunia di lokasi longsornya Bukit Telagalele di Dusun Jemblung.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Banjarnegara menjelaskan sebanyak 57 orang warga desa masih dicari.

Upaya evakuasi korban pada hari Senin (15/12) dihentikan sekitar pukul 15.30 WIB dan akan dilanjutkan esok hari dengan mengerahkan 2.000 personil tim gabungan.

Longsoran tanah yang masih menutup jalan termasuk ruas jalan penghubung Banjarnegara-Pekalongan masih dibersihkan dengan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum.