Sindikat narkoba 'incar' perempuan

Sumber gambar, Reuters
Sebuah sindikat perdagangan narkoba internasional ditengarai menjadikan perempuan di Indonesia sebagai kurir narkoba, kata konsultan ahli Badan Narkotika Nasional Jeanne Mandagi.
Sindikat ini mengincar para perempuan di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan malam dengan tujuan untuk dinikahi.
Jika mereka sudah menikah, maka perempuan tersebut akan diberi hadiah berlibur ke luar negeri dan ketika ke luar negeri, sang suami akan memasukkan narkoba ke dalam tasnya, sering tanpa sepengetahuan pihak perempuan.
''Banyak (perempuan) yang paham akan bahayanya tapi tergiur bayaran yang tinggi sehingga melakukan hal itu," kata Jeanne Mandagi kepada Rizki Washarti dari BBC Indonesia.
Sementara itu, Polisi Daerah Bali Kamis (11/12) masih memeriksa seorang perempuan warga negara Rusia yang tertangkap membawa shabu-shabu di Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (07/12).
'Instruksi pacar'
Ia merupakan salah satu perempuan yang ditangkap di Indonesia karena dicurigai menjadi kurir narkoba.
Tersangka ditangkap membawa shabu sekitar 2,1 kilogram setelah mendarat dari Hong Kong.
"Apa mau dijual lagi (narkobanya) gak jelas, tapi yang jelas dia bilang membawa itu berdasarkan instruksi dari pacarnya di luar negeri. Pacarnya bilang, nanti akan ada orang yang ambil," kata Kepala Bea Cukai Bandara Ngurah Rai Budi Harijanto.
Sebelumnya Badan Narkotika Nasional mengatakan ratusan perempuan asal Indonesia terjerat kasus narkoba di Peru.
Dalam kasus terpisah, beberapa perempuan Indonesia tertangkap membawa narkoba dari India melalui satu negara Timur Tengah.









