Masyarakat diminta waspadai banjir dan longsor

Potensi banjir dan longsor diperkirakan akan terjadi seiring puncak penghujan di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Potensi banjir dan longsor diperkirakan akan terjadi seiring puncak penghujan di berbagai wilayah Indonesia.

Potensi banjir dan longsor diperkirakan akan meningkat seiring memasuki puncak penghujan di berbagai wilayah Indonesia yang dimulai November hingga Februari tahun depan.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor diminta waspada, demikian pengumuman Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB.

Di wilayah Aceh curah hujan tinggi telah mengakibatkan banjir, sementara kasus longsor di Sumatera Utara menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan satu orang belum ditemukan.

Pada akhir pekan lalu, curah hujan tinggi telah menyebabkan sejumlah sungai meluap dan membanjiri empat kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

'Kami tetap waspada'

Minggu (23/11) pagi, luapan air yang sempat merendam rumah-rumah Kampung Teupin Pukat, Kabupaten Pidie Jaya hingga satu setengah meter, telah surut, tetapi warga di kampung itu masih khawatir.

"Kami tetap waspada, apalagi ini sekarang mulai mendung," kata Yurina, salah-seorang warga Kampung Teupin Pukat, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (23/11) siang.

Selama banjir merendam rumah dan sebagian kampungnya, Juniati memilih mengungsi di rumah tetangganya.

"Barang-barang kami letakkan di tempat yang lebih tinggi," kata Budi, juga salah-seorang warga kampung tersebut.

Menurutnya, banjir tahun ini relatif lebih parah jika dibanding banjir pada tahun-tahun sebelumnya. "Kalau sekarang, tingginya ada yang mencapai dagu saya," katanya.

Banjir mulai terjadi di beberapa wilayah Jakarta, Aceh dan Sumatera Utara.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Banjir mulai terjadi di beberapa wilayah Jakarta, Aceh dan Sumatera Utara.

Banjir juga merendam sebagian kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, sampai Aceh Barat Daya sejak awal November lalu, yang menyebabkan ribuan rumah terendam.

Empat tewas di Tapanuli Tengah

Sementara, hujan deras di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (22/11) dini hari, telah menyebabkan longsor di Kecamatan Sibabangun, Sabtu lalu.

Hal ini mengakibatkan empat orang tewas dan seorang bayi belum ditemukan akibat terbawa arus sungai, kata pimpinan BPBD Tapanuli Tengah.

Kepala bidang kedaruratan logistik BPBD Tapanuli Tengah, Togar Banjar Nahor mengatakan, Tapanuli Tengah merupakan daerah yang rawan banjir dan longsor, karena wilayahnya yang berbukit-bukit.

"Daerahnya berbukit, daerahnya juga pinggiran pantai. Jadi, hampir semua kecamatan di Tapanuli Tengah ada longsornya," kata Togar kepada BBC Indonesia melalui sambungan telepon.

Indonesia merupakan wilayah yang rawan hujan dan longsor.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Indonesia merupakan wilayah yang rawan hujan dan longsor.

Menurut BNPB, hampir setiap tahun terjadi longsor di Tapanuli Tengah dan sebagian menimbulkan korban tewas.

Diperkirakan November-Desember merupakan puncak hujan di wilayah Sumatera Utara sehingga ancamana banjir dan longsora akan meningkat.

Puncak penghujan

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG, Andi Eka Sakya mengatakan, potensi banjir dan longsor masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia lainnya, seiring terjadinya musim penghujan yang diprediksi hingga Februari tahun depan.

"Ke arah selatan, (puncak penghujan) terjadi pada Desember-Januari. Dengan demikian, pada hari-hari atau bulan-bulan di mana puncak hujan terjadi, potensi banjir, longsor, atau genanagan tinggi, akan (terjadi) besar sekali," kata Andi Eka kepada BBC Indonesia.

BNPB telah memperingatkan agar masyarakat Indonesia siap mengantisipasi adanya bencana banjir dan longsor.

Puncak hujan di Sumatra diperkirakan terjadi pada November, tetapi di Jawa antara Desember hingga Januari tahun depan.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Puncak hujan di Sumatra diperkirakan terjadi pada November, tetapi di Jawa antara Desember hingga Januari tahun depan.

Saat ini ada sekitar 61 juta jiwa penduduk yang tinggal di 315 kota atau kabupaten yang berada di daerah bahaya sedang dan tinggi dari banjir.

Sedikitnya ada 214 juta jiwa penduduk Indonesia yang tinggal di 274 kota atau kabupaten yang masuk kategori bahaya sedang-tinggi dari longsor.