Gempa di Maluku Utara, sejumlah daerah berpotensi tsunami

Sumber gambar, Getty Images
Sejumlah daerah diperkirakan mengalami tsunami dengan tinggi gelombang 0,3 hingga 1 meter di beberapa pesisir Indonesia menyusul gempa berkekuatan 7,3 SR di laut wilayah Maluku Utara, kata otoritas terkait.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan daerah yang statusnya siaga di antaranya adalah Halmahera, Talaud, Bolaangmongondow Selatan, Kepulauan Sula, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talau.
"Daerah tersebut merasakan getaran gempa dengan kuat," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Pemerintah di wilayah yang berada pada status siaga diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Tsunami sudah mulai terjadi di Jailolo dengan tinggi 0,09 meter, demikian menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun twitter mereka.
Enam jam
Gempa terjadi di kedalaman 48 kilometer di utara Laut Maluku dan BNPB mengatakan belum ada laporan kerusakan atau pun korban terkait gempa.
Di Manado, Sulawesi Utara, sejumlah warga mengatakan kepada BBC bahwa warga sempat panik akibat gempa, namun kini situasi kembali normal.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii mengatakan dampak tsunami bisa terjadi sepanjang 300 kilometer menggapai tak hanya Indonesia, tetapi juga Filipina, Palau, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Kepulauan Marshall.
Gelombang pertama bisa terjadi 30 menit setelah gempa dan bisa berlangsung hingga enam jam kemudian.
"Gelombang awal mungkin bukan yang terbesar," kata pusat peringatan tsunami seperti dilansir Reuters.
Namun badan penanggulangan bencana di Malaysia, Thailand, dan Sri Lanka mengatakan mereka tidak terdampak tetapi akan memonitor situasi.









