Mengapa pasar menyambut dingin tim ekonomi Jokowi?

Pelaku pasar tidak terlalu menyambut positif susunan tim ekonomi Kabinet Presiden Joko Widodo, karena dianggap tidak sesuai harapan pasar.
Penunjukan sejumlah menteri yang dilatari kepentingan politik merupakan salah-satu faktor penyebabnya, kata seorang analis pasar.
Walaupun kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat relatif stabil, tetapi pada Senin (27/10) sore, Indeks harga saham gabungan, IHSG ditutup pada 5,073 poin 68, turun 0,6 persen dibandingkan pembukaan pada Senin pagi.
"Kurang baik (reaksi pasar) ya, karena politik akomodatif. Kalau pasar 'kan tentunya menginginkan di level ekonominya yang memiliki kemampuan moneter dan fiskal sekaligus," kata analis pasar Yanuar Rizky kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Senin petang.
Menurutnya, harapan pasar seperti itu tidak terlihat dalam sejumlah nama dalam tim ekonomi Presiden Joko Widodo, termasuk sosok Sofyan Djalil yang ditunjuk sebagai Menteri koordinator perekonomian.
Yanuar menduga, Sofyan dipilih sebagai Menko Perekonomian lebih karena "kedekatan dengan Jusuf Kalla".
Sosok Rini Soemarno
Penunjukan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN, lanjutnya, juga lebih dilatari lantaran dia memiliki faktor kedekatan dengan Megawati Soekarnoputri dan PDI-P.

Dia juga mempertanyakan penunjukan politisi Partai Hanura, M Saleh Husin sebagai Menteri Perindustrian, yang disebutnya "sangat politisi."
Sementara, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, sikap pasar yang kurang bereaksi positif terhadap Kabinet Kerja akan bersifat sementara.
"Itu 'kan reaksi satu hari. Sesaat bisa saja 'kan," kata Sofyan Djalil, usai mengikuti sidang kabinet pertama Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, yang berakhir Senin (27/10) sore.
Menurutnya, pemerintah akan menunjukkan bahwa reaksi pasar tersebut "keliru" dengan bekerja lebih cepat dan keras. "Bahwa pemerintah ini akan bekerja lebih efektif," kata Sofyan.
Sidang kabinet perdana
Usai melantik para menterinya di Istana negara, Selasa (27/10), Presiden Joko Widodo menggelar sidang kabinet pertama.
Rapat kabinet digelar pukul 14.00 WIB di Kantor kepresidenan dan dihadiri 34 menteri, Kapolri, Panglima TNI serta pejabat setingkat.


Sebelum rapat digelar, Presiden Jokowi dan para menterinya melakukan foto bersama di tangga depan Istana merdeka.
Dalam sambutan pada pembukaan rapat kabinet, Presiden Jokowi mengatakan, dia meminta agar semua menteri menjalankan visi misi presiden.
"Tidak ada lagi visi misi menteri," kata Presiden Jokowi.
Menurutnya, yang ada adalah program operasionalisasi menteri. "Kita harus bekerja dalam garis lurus sesuai arahan yang nanti saya sampaikan," katanya.
Dia juga menegaskan, ego sektoral harus dihentikan. "Kita harus mulai tradisi lintas sektoral dan kementerian," ujarnya.









