Perempuan hamil dapat alami Hyperemesis Gravidarum

Hyperemesis Gravidarum

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Wanita yang mengalami Hyperemesis Gravidarum disarankan untuk mengurani makanan pedas

Istri Pangeran William, Duchess of Cambridge Kate Middleton dirawat oleh tim dokter di Istana Kensington karena mengalami mual-mual parah atau Hyperemesis Gravidarum.

<link type="page"><caption> Hyperemesis Gravidarum</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/09/140908_majalah_lain_kate_hamil.shtml" platform="highweb"/></link> memang dapat dialami wanita hamil di belahan dunia mana pun.

Salah satu wanita yang pernah mengalami Hyperemesis Gravidarum adalah Trisna Abigail.

Wanita yang tinggal di Jakarta ini menceritakan ia mengalami muntah-muntah parah selama sembilan bulan sehingga harus istirahat di tempat tidur selama masa kehamilan.

"Jadi muntah-muntahnya itu lebih dari 28 kali sehari. Sampai berat badannya turun 12 kg," jelas Abigail.

Di Belu, Nusa Tenggara Timur, bidan Rosalinda menjelaskan ia juga pernah memiliki pasien yang menderita mual-mual berlebihan.

Agar rasa mual tidak semakin parah, Rosalinda menyuruh pasiennya untuk meminum vitam B6.

Jaga makanan

"Kalau kita di puskesmas menyarankan untuk kurangi makan yang pedas-pedas, kemudian asam-asam juga harus dikurangi. Kemudian makan juga harus teratur, sedikit-sedikit tapi sering. Dan kalau ibu hamil, jamu jangan diminum," tutur Rosalinda.

Sementara itu, dokter Muharam yang berpraktek di Sam Marie Jakarta Selatan mengatakan penyebab Hyperemesis Gravidarum beragam.

"Paling banyak ditemukan pada pasien yang hamil ganda (kembar). Tergantung psikis juga dan fisik orang. Kadang-kadang ada masalah metabolis, tapi psikis juga harus dikuatkan," ucap Dokter Muharam.

Hyperemesis Gravidarum tidak berdampak langsung kepada janin, namun jika ibu yang mengandung kekurangan nutrisi, maka perkembangan janin dapat terhambat.