Australia teken kode etik dengan Indonesia

Sumber gambar, Reuters
Australia dan Indonesia mencapai kesepakatan untuk memulihkan hubungan bilateral pascatuduhan yang mengemuka pada November 2013 bahwa <link type="page"><caption> Australia menyadap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131120_bin_sadap_australia.shtml" platform="highweb"/></link> telepon seluler Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara, serta delapan menteri dan pejabat pada 2009.
Menteri Luar Negeri Julie Bishop pada Selasa (19/08) mengatakan ia akan terbang ke Jakarta dalam waktu dekat untuk menandatangani protokol dan kode etik hubungan kedua negara yang dituntut Indonesia sebagai syarat pemulihan hubungan diplomatik, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press.

Protokol dan kode etik itu meliputi aspek pertahanan, keamanan dan perlindungan perbatasan.
Sementara itu, sejumlah media massa Australia termasuk surat kabar Sydney Morning Herald melansir laporan bahwa perjanjian itu akan ditandatangani oleh Bishop, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan disaksikan oleh Yudhoyono pada akhir bulan.
Saat dugaan penyadapan mengemuka, Yudhoyono menurunkan status hubungan bilateral dan <link type="page"><caption> menarik pulang Duta Besar Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131118_reaksi_penyadapan.shtml" platform="highweb"/></link> dari Australia sebagai langkah protes.
Seiring waktu, hubungan berangsur membaik dan Duta Besar Indones untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema telah kembali ke Canberra pada bulan Mei.





