Indonesia minta investigasi internasional tragedi MH17

sby
Keterangan gambar, "Indonesia siap bergabung dalam penyelidikan internasional," kata Yudhoyono

Pertanyaan besar terkait penyebab kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 membuat Indonesia meminta penyelidikan dilakukan secara internasional.

Jika kelak penyelidikan bisa membuktikan siapa yang bertanggung jawab, maka pelaku harus dihukum.

"Indonesia menyerukan segera dilakukan investigasi secara internasional. Kalau benar pesawat sipil jatuh oleh pesawat militer itu pelanggaran hukum internasional atau hukum perang," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jumat (18/07) seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia Sri Lestari.

Jika terbukti, pelaku penembakan pesawat harus mendapat hukuman.

"Indonesia siap untuk bergabung dalam investigasi tersebut. Ada sejumlah saudara kita <link type="page"><caption> warga Indonesia di sana</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140717_wni_penumpang_mh17.shtml" platform="highweb"/></link>," tambahnya.

Yudhoyono juga menyampaikan bela sungkawa kepada Malaysia dan keluarga korban dan menyatakan <link type="page"><caption> kedutaan-kedutaan besar Indonesia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140718_mh17_hotline.shtml" platform="highweb"/></link> di Belanda, Ukraina dan Malaysia sedang bekerja untuk melakukan identifikasi resmi.

najib

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, PM Najib Razak mengatakan rute MH17 dinyatakan aman oleh ICAO

Wilayah udara yang dihindari

Yudhoyono meminta maskapai nasional Garuda Indonesia untuk <link type="page"><caption> mengambil rute yang aman. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140717_mh17_alihkan_rute.shtml" platform="highweb"/></link>

"Jangan melintasi daerah konflik Ukraina atau Gaza dan WNI agar dapat memastikan agar penerbangan mereka tdk melintasi daerah konflik," kata dia.

Indonesia juga mendukung penuh dan berharap Dewan Keamanan PBB dapat mengambil langkah serius.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyebut kecelakaan itu sebagai "hari yang tragis" di "tahun yang tragis" untuk Malaysia.

Dalam pernyataannya, Najib mengatakan rute pesawat itu telah dinyatakan aman oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Ia juga mengatakan pesawat itu tidak melakukan panggilan darurat.

"Malaysia tidak bisa memverifikasi penyebab tragedi. Tapi kami harus dan kami akan menemukan dengan tepat apa yang terjadi pada penerbangan itu," kata Najib.

"Jika memang pesawat itu ditembak jatuh, kami bersikeras pelaku harus segera dibawa ke hadapan hukum."