Soal pilpres, Presiden SBY tegaskan netralitas

Peran SBY dinilai penting untuk menjaga keamanan selama pemilu.

Sumber gambar, AFP GETTY

Keterangan gambar, Peran SBY dinilai penting untuk menjaga keamanan selama pemilu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmennya untuk mengawal penghitungan suara pilpres dan menegaskan netralitasnya, kata juru bicara kepresidenan.

Hal ini diungkapkan untuk menghapus kekhawatiran bahwa presiden tidak berlaku netral karena Partai Demokrat menyatakan dukungan kepada koalisi Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Pada Senin (14/07), sejumlah partai pengusung Prabowo-Hatta, termasuk Partai Demokrat, Gerindra, PPP, PAN, PKS dan Partai Golkar, telah mendeklarasikan kerja sama dengan apa yang disebut sebagai "koalisi permanen".

"Presiden menyatakan komitmennya untuk mengawal proses pemilihan presiden dari 9 Juli lalu sampai hasil akhir rekapitulasi KPU pada 22 Juli mendatang," kata juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada Christine Franciska.

"Beliau netral, tidak memihak, dan menghormati hasil akhir KPU yang diumumkan."

Julian mengatakan bahwa secara khusus, presiden sudah menelepon langsung ketua KPU beberapa hari lalu.

"SBY mengatakan KPU harus benar-benar melaksanakan tugas menurut undang-undang secara profesional dan netral, dan presiden percaya mereka akan melakukannya dengan baik."

Sejumlah pengamat seperti dilansir sejumlah media telah meminta presiden untuk proaktif mengawal pemilu dan menengahi kedua kubu.

Peran dan netralitas SBY dinilai "krusial" dan "menjaga keamanan" adalah tugas yang paling penting.

Seperti diketahui, dua kandidat calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sama-sama <link type="page"><caption> mengklaim kemenangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140709_pilpres_pengakuan_keduakubu" platform="highweb"/></link> setelah hasil hitung cepat sejumlah lembaga diumumkan.