Marty: Kebiadaban Israel harus dihentikan

Sumber gambar, AFP
Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa menyatakan Israel harus menghentikan serangan ke Jalur Gaza dan menambahkan Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara mitra untuk meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan penghentian aksi militer Israel di Gaza.
"Sudah tiba waktunya agar Israel betul-betul ditekan untuk menghentikan tindakan mereka yang biadab ini," kata Marty dan menegaskan Indonesia mengutuk serangan tersebut.
"Kami telah berkomunikasi dengan Perwakilan kita di PBB di New York agar bekerja sama dengan Perwakilan Palestina, bekerja sama dengan Perwakilan negara-negara Organisasi Konferensi Islam dan Gerakan Nonblok untuk mendorong PBB menyerukan penghentian aksi militer Israel di Gaza," tambahnya.
Namun ia mengakui <link type="page"><caption> upaya diplomasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/07/140710_foto_dampak_gaza.shtml" platform="highweb"/></link> untuk Palestina bukan hal yang mudah.
Pemerintah juga meminta semua warga negara Indonesia yang berada di wilayah Gaza untuk segera melapor kepada Perwakilan RI di negara sekitar.
Saat ini Perwakilan RI yang menjangkau wilayah Palestina adalah KBRI Amman di Yordania.

Sumber gambar, Reuters
Peran Mesir
Serangan Israel ke Gaza juga menyebabkan banyak warga Palestina mengungsi ke Mesir. Televisi Mesir mengatakan pemerintah mereka telah memutuskan untuk membuka perlintasan Rafah yang berbatasan langsung dengan Mesir pada Kamis (10/07) untuk mengevakuasi korban-korban luka dalam serangan Israel.
Rumah sakit di Sinai Utara berada dalam posisi siaga dan 30 ambulans dikirim ke perbatasan.
Para analis mengatakan Mesir tidak terburu-buru untuk memediasi gencatan senjata yang menguntungkan Hamas seperti yang terjadi di bawah pemerintahan Presiden Mohammed Morsi pada November 2012.
Mesir memandang Hamas, yang merupakan cabang dari kelompok Ikhwanul Muslimin pimpinan Morsi, sebagai ancaman langsung.









