Abu vulkanik Sangeang menipis, penerbangan berangsur normal

Sumber gambar, AFP GETTY
Penerbangan pesawat domestik dan internasional di sekitar wilayah Nusa Tenggara Barat hari ini berangsur normal seiring aktivitas Gunung Sangeang Api yang menurun sejak Minggu (01/06).
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, mencatat hanya dua penerbangan yang dibatalkan, yaitu penerbangan Garuda Indonesia ke Labuan Bajo dan Jetstar menuju Perth, Australia, kata humas bandara setempat.
Sementara itu, sejumlah penerbangan dari maskapai Australia kembali beroperasi melayani rute menuju Darwin, demikian menurut Reuters.
Namun, erupsi tingkat rendah yang masih terjadi masih bisa menjadi ancaman terhadap penerbangan di sekitar Bali dalam beberapa hari mendatang.
"Kita masih bisa melihat sejumlah besar abu di sekitar gunung berapi," Emile Jansons, manajer pemantau abu vulkanis di Darwin kepada Reuters.
"Kekhawatiran terbesar kami saat ini adalah bahwa awan abu tidak terlalu jauh dari Bali dan jika ada letusan lain yang lebih besar maka abu bisa bergerak dan mempengaruhi wilayah udara itu."
Membersihkan abu
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB, Wedha Magma Ardhi, mengatakan<link type="page"><caption> aktivitas Gunung Sangeang Api menunjukkan penurunan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/06/140601_gunung_sangeang_api.shtml" platform="highweb"/></link> sejak kemarin.
"Udara cukup cerah, asap masih keluar tetapi (tingginya) hanya beberapa ratus meter saja," kata Ardhi kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.
"Tidak ada warga yang mengungsi dan kami sekarang fokus membersihkan abu vulkanik di pemukiman warga," sambungnya.
Walau menurun, status Sangeang masih dinyatakan siaga dan status tanggap darurat masih diberlakukan hingga 5 Juni mendatang.
Bandara di NTB dilaporkan sudah dibuka tetapi, menurut Ardhi, belum ada maskapai yang melakukan penerbangan karena abu vulkanik yang "terperangkap di ketinggian sekitar 14.000 kaki bisa mengganggu."
Pada Sabtu (31/05), Gunung Sangeang meletus dua kali dengan ketinggian mencapai 3.000 meter ke arah barat.









