Rapimnas Golkar membahas koalisi

Kampanye Partai Golkar pada Maret 2014 lalu yang menghadirkan salah-seorang putri mantan Presiden Suharto.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kampanye Partai Golkar pada Maret 2014 lalu yang menghadirkan salah-seorang putri mantan Presiden Suharto.

Rapat pimpinan nasional Partai Golkar, yang dibuka hari Minggu (18/05) pagi, sedang membahas arah koalisi partai tersebut, apakah mendukung capres Jokowi, Prabowo, atau mengajukan capres dan cawapres sendiri bersama partai lain.

Salah-satu opsi koalisi yang berkembang kuat di dalam rapimnas adalah bergabung dengan PDI Perjuangan atau Partai Demokrat, kata seorang politisi senior Partai Golkar.

"Kemungkinan antara keduanya fifty-fifty," kata Agung Laksono, politisi senior Partai Golkar, yang juga Menko Kesra dalam kabinet Presiden Yudhoyono, di sela-sela rapimnas.

Namun politisi Partai Golkar, Idrus Marhan mengatakan, koalisi dengan Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai capres juga terbuka lebar.

“Terbuka semua kemungkinan yang ada, Golkar akan menentukan sikap ke tiga poros yang ada,” kata Idrus Marhan.

Sementara politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, dirinya termasuk kelompok yang menolak jika Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrat.

Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah bertemu pimpinan partai politik lain, tetapi belum bersikap.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah bertemu pimpinan partai politik lain, tetapi belum bersikap.

"Karena itu sama saja kita bersama dalam perahu yang sudah bocor dan akan tenggelam bersama-sama," kata Bambang.

Belum bersikap

Sejauh ini, Partai Golkar dan Partai Demokrat yang belum menentukan secara resmi arah koalisinya, meskipun sebelumnya berkembang informasi yang menyebut arah koalisi mereka yang ditandai pertemuan para pimpinan partai.

Pada pemilu legislatif 2014 lalu, Golkar meraup 14,75 persen suara atau 16,3 persen kursi parlemen, berada di posisi kedua dibawah PDI Perjuangan.

Sementara, Partai Demokrat mengumpulkan 10,19 persen suara atau 10,9 persen kursi parlemen.