IDI rekomendasikan 'tunda umroh'

Sumber gambar, AP
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan sejumlah warga Indonesia dengan kriteria tertentu menunda perjalanan umroh ke Arab Saudi dalam waktu dekat menyusul merebaknya virus MERS.
Anjuran ini ditujukan kepada orang tua di atas 65 tahun, calon jamaah dengan penyakit kronis--seperti penyakit jantung, ginjal, saluran pernafasan, dan diabetes--wanita hamil, dan anak-anak di bawah usia 12 tahun.
Warga yang memiliki kekebalan tubuh kurang baik, mengidap kanker, atau penyakit-penyakit akut, juga disarankan untuk menunda perjalanan.
Ketua Umum IDI, Zaenal Abidin, mengatakan ada risiko yang lebih tinggi bagi orang-orang dengan kriteria tersebut untuk terkena MERS di Arab Saudi.
Adapun orang-orang di luar kategori itu masih bisa melakukan <link type="page"><caption> perjalanan umroh</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/05/140505_mers_haji.shtml" platform="highweb"/></link> dengan memperhatikan sejumlah hal.
"Di tempat tujuan, jika tujuannya beribadah, beribadah saja, tidak perlu pergi ke peternakan atau ke tempat lain, jaga pola makan sehat dan hidup bersih dapat mencegah penularan," kata Zaenal dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (08/05).
Pencegahan
Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan <link type="page"><caption> kekhawatirannya atas penyebaran virus MERS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/04/140424_iptek_virus_mers.shtml" platform="highweb"/></link>. Namun belum ada larangan untuk berpergian ke Arab Saudi, yang akhir-akhir ini <link type="page"><caption> kasusnya meningkat tajam. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140427_mers_saudi_korban.shtml" platform="highweb"/></link>
Zaenal mengatakan bagi warga yang tetap pergi, sejumlah langkah pencegahan harus dilakukan, di antaranya:
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala batuk dan bersin
- Menutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk
- Mencuci tangan sesering mungkin setidaknya 15 sampai 30 detik dengan air dan sabun
- Tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut
- Menghindari kontak dekat dengan orang lain jika sakit
- Menjaga benda-benda agar bersih dan didesinfeksi
- Dianjurkan untuk tidak berdekatan dengan unta, tidak minum susu unta mentah atau makanan yang mungkin terkontaminasi
- Wajib mewaspadai gangguan kesehatan saat perjalanan hingga 15 hari setelah pulang
Cera W Pitoyo, dokter spesialis penyakit paru-paru mengatakan jika jemaah memiliki gejala-gejala gangguan pernafasan berat, demam, atau diare, dalam jangka waktu dua hingga 14 hari setelah pulang dari Arab Saudi, maka warga harus waspada.
"Pergi ke rumah sakit yang terdekat, ungkapkan kecurigaan, dan dokter akan melakukan pemeriksaan termasuk mengambil sampel untuk dicek," katanya.
Selama tahun 2014, tercatat sekitar 530.000 warga negara Indonesia pergi ke Arab Saudi guna menunaikan ibadah umroh.









