Kasus JIS, keamanan sekolah ditinjau

Setelah terkuaknya dugaan kasus kekerasan seksual atas <link type="page"><caption> seorang siswa Taman Kanak-kanak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140422_jis_ditutup.shtml" platform="highweb"/></link> Jakarta International School, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional meninjau ulang perizinan sekitar 100 sekolah internasional yang berada di seluruh Indonesia.
Peninjauan meliputi berbagai faktor yakni faktor kesiapan administrasi, kesesuaian kurikulum dan juga keselamatan dan keamanan siswa.
Ibnu Hamad, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemendiknas mengatakan syarat keselamatan dan keamanan siswa untuk sekolah internasional maupun nasional sama dimana bangunan sekolah harus kokoh, lingkungan sosialnya aman dan tidak ada intimidasi maupun tindakan ancaman di lingkungan sekolah.
Pentingnya keamanan siswa di sekolah juga diungkap oleh Arist Merdeka Sirat dari Komnas Perlindungan Anak.
Arist menganjurkan uji psikologis atas semua pihak yang ada di sekolah mulai dari pihak keamanan hingga para guru.
"Misalnya tes berkala, tes psikologi apakah ada orientasi penyimpangan seksual dan tidak layak untuk mengajar. Itu bisa dilihat oleh psikolog," ungkap Arist kepada BBC Indonesia.
Sementara itu, Polisi Daerah Metro Jaya Selasa (22/04) memeriksa darah dari 28 pegawai ISS yang bekerja di <link type="page"><caption> JIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140416_jis_izin_tk.shtml" platform="highweb"/></link>.
Hasil tes darah tersebut diharapkan dapat diketahui dalam waktu seminggu.









