Sebagian korban ledakan Priok sudah pulang

Sumber gambar, Reuters
Sebagian besar korban luka akibat ledakan gudang amunisi milik Korps Pasukan Katak TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Tanjung Priok sudah meninggalkan rumah sakit.
"Kebanyakan berobat jalan dan yang dirawat sekitar 20-an orang," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Iskandar Sitompul dalam pesan pendek telepon kepada BBC.
Gudang tersebut <link type="page"><caption> meledak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140305_ledakan_gudang_amunisi_angkatan_laut.shtml" platform="highweb"/></link> pada Rabu (05/03) sekitar pukul 10:30 WIB.
Lebih dari 80 orang terluka dan dirawat di sejumlah rumah sakit, termasuk RSAL Mintoharjo, Jakarta.

Sumber gambar, Reuters
Peristiwa itu menelan korban jiwa seorang perwira TNI AL bernama Sersan Satu Imam Syafii, 48 tahun, anggota Fasharkan Lan III TNI AL.
Iskandar mengatakan almarhum akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Perwira di Bekasi dan pangkatnya dinaikkan menjadi Sersan Kepala Anumerta.
Sementara itu situasi di gudang amunisi masih dinyatakan berbahaya dan gudang diisolir selama tiga hari untuk dilakukan <link type="page"><caption> prosedur penggenangan. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/03/140305_priok_situasi_tni.shtml" platform="highweb"/></link>
Wartawan dan masyarakat diminta untuk tidak mendekati lokasi ledakan karena gudang masih berasap.
"Itu artinya masih ada aktivitas jika masih ada asap putih, kami mohon demi keselamatan bersama hindari lokasi itu," kata Kepala Dinas Penerangan AL Untung Suropati.









