Mengaku rugi, Pertamina naikkan harga gas elpiji

Perusahaan negara pemegang monopoli produksi minyak dan gas, Pertamina, menaikkan harga jual gas untuk rumah tangga kelas tabung 12kg, memicu kekhawatiran bahwa konsumen akan berpindah ke tabung gas yang harganya lebih rendah
Harga jual gas elpiji kemasan 12kg sampai bulan lalu masih dijual antara Rp90.000-Rp100.000 per tabung hingga ke tangan konsumen di rata-rata tempat Jawa.
Dengan kenaikan hingga hampir 70% sekarang ini, harga jual ke tangan konsumen akan mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000.
Wianda Puspo Negoro dari Humas Pertamina, mengklaim kenaikan harga tak bisa dihindari karena sejak 2009 perusahaan milik negara itu menanggung rugi sampai Rp22 triliun akibat harga elpiji yang jauh dibawah ongkos produksi.
Akibatnya Pertamina masih harus kembali menaikkan harga jual elpiji setelah kenaikan kali ini.
"Sebelumnya kita terus mengacu pada harga 2009 yg sebesar Rp .850 per kilogram dan itu juga sangat jauh keekonomiannya, dengan sekarang naik Rp4.000 per kilogram kita bisa meminimalisir beberapa dampak itu dulu," kata Wianda kepada Dewi Safitri dari BBC.
Migrasi ke tabung 3kg
Tetapi kenaikan harga elpiji kelas 12kg tidak diikuti pula dengan kenaikan harga elpiji kelas subsidi kemasan 3kg dalam tabung bulat hijau.
Perbandingan dua harga elpiji antara kelas 3kg dan 12kg ini sangat menyolok: harga subsidi setara kurang dari Rp4.000 sementara harga komersial tabung 12kg mencapai kurang dari Rp10.000 per kg.
Dengan jurang perbedaan demikian besar, diduga konsumen yang mulanya menggunakan elpiji tabung 12kg akan beralih ke tabung 3kg, kata pegiat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo.
Bila ini terjadi, pemerintah sendiri yang akan kerepotan karena pagu subsidi untuk elpiji masyarakat miskin bisa jebol dipakai semua kalangan konsumen.
Disini juga pemerintah tidak konsisten karena konsep awal 3kg itu untuk pasar tertutup sekarang jadi komoditas bebas siapa saja boleh beli dan ditambah secara teknis konektor elpiji 12 kg dan 3 kg itu sama jadi tidak ada kesulitan orang beralih dari 12kg ke 3kg," kata Sudaryatmo.
Ia menghimbau Pertamina agar mengusulkan ke pemerintah mengambil kebijakan yang lebih sistemik.
Komisi Energi DPR telah menyerukan agar dilakukan kenaikan harga pula pada elpiji bersubsidi untuk mencegah bobolnya kuota subsidi anggaran elpiji.
Tetapi menurut perkiraan Pertamina sendiri tanpa kenaikan harga elpiji kelas 12kg pun, subsidi untuk elpiji kemasan 3kg pada 2013 sudah naik melebihi kuotanya pada 2013.
Tahun lalu kuota subsidi untuk elpiji 3kg mencapai kurang dari 4 juta metrik ton.









