Penyelamatan korban tenggelamnya kapal pencari suaka dilanjutkan

Petugas penyelamat masih melakukan proses pencaraian terhadap korban tenggelamnya kapal pencari suaka di <link type="page"><caption> perairan Cianjur yang terjadi hari Jumat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/09/130927_kapal_imigran.shtml" platform="highweb"/></link> (27/08).
Sementara 26 korban selamat sebagian besar telah dibawa ke tempat penampungan sementara di Hotel Sarah, Sukabumi, Jawa Barat.
"Laporan terakhir menyebutkan ada 22 orang yang meninggal dunia dalam peristiwa itu," kata Kapten Edi Surono dari Pasintel Kodim 0608 Cianjur kepada BBC Indonesia.
"Pencarian korban di laut saat ini terhambat dengan kondisi ombak yang tinggi dan menyebabkan pencarian korban dengan kapal kayu tidak bisa ke tengah laut."
Mengutip keterangan sejumlah korban selamat, Surono memperkirakan masih ada 20 orang yang masih belum ditemukan.
Proses pencarian para korban tengelamnya kapal pencari suaka ini melibatkan petugas dari Badan SAR, Kepolisian Cianjur, BNPD, Kodim Cianjur dan nelayan setempat.
Empat masih dirawat
Selain korban meninggal dunia, petugas melaporkan ada 26 korban selamat, empat diantaranya maih dirawat di Puskesmas Agrabinta, Cianjur.
"Saat ini empat orang masih dirawat, sementara 22 orang lainnya sedang kita bawa ke tempat penampungan sementara di Hotel Sarah, Sukabumi," kata Irfan Sapari, Kepala Sub Penindakan Kantor Imigrasi kelas II Sukabumi kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.
"Korban yang selamat ini berasal dari Irak, Libanon, Afghanistan dan Jordania."
Irfan menjelaskan kondisi para korban yang selamat ini mengalami luka ringan.
"Kita selanjutnya akan menunggu petugas dari IOM -Organisasi Internasional untuk Migrasi- dan Dirjen Imigrasi untuk memindahkan mereka ke rumah detensi yang masih kosong."
Saat ini belum ada kejelasan tentang jumlah pasti penumpang pada kapal pencari suaka yang tengelam itu.
Kepolisian mengatakan perahu yang ditumpangi para pencari suaka ini berangkat dari Pelabuhan Ratu untuk menuju Pulau Christmas.
Ini meruapakan insiden kedua dalam tiga bulan terakhir yang terjadi di wilayah perairan Cianjur,
Sebelumnya<link type="page"><caption> pada bulan Juli lalu sebuah kapal pencari suaka</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/07/130726_pencari_suaka_cianjur.shtml" platform="highweb"/></link> yang ditumpangi oleh 189 penumpang juga mengalami kecelakaan dan mengakibatkan 13 orang tewas.
Insiden terbaru ini terjadi menjelang kunjungan Perdana Menteri Baru Australia, Tony Abbott, ke Indonesia hari Senin.
Kunjungan ini diperkirakan akan banyak didominasi oleh pembicaraan mengenai persoalan orang-orang yang ingin memasuki Australia melalui Indonesia.
Abbott telah meminta bantuan militer untuk mencegah kedatangan para pendatang. Ia juga berjanji akan Klik mengusir perahu-perahu imigran.









