Partai Demokrat mulai uji calon peserta konvensi

Komite Konvensi Partai Demokrat minggu ini mengundang calon peserta konvensi untuk melakukan tanya-jawab dalam rangka mencari calon presiden dari partai itu.
Menurut Anggota Komite Konvensi Didi Irawadi Syamsuddin sejauh ini sudah disebar 15 undangan terhadap para calon peserta konvensi itu, diantaranya kepada Ketua DPD Irman Gusman.
"Proses tanya-jawab dengan para calon ini akan dilakukan mulai Selasa (27/08) besok, kira-kira akan ada empat calon yang dipanggil, kalau tidak berubah lagi," kata Didi kepada wartawan BBC Indonesia Arti Ekawati, Senin (26/08).
Dalam proses ini, para calon akan ditanyai beberapa hal terkait komitmen mereka terhadap kepentingan rakyat, pengalaman mengenai sistem ketatanegaraan dan manajemen pemerintahan, dan pemahaman mengenai masalah bangsa saat ini dan tantangan ke depan.
"Akhir bulan ini diusahakan tanggal 30 kami menetapkan nama calon fix dan akan lolos uji tanya-jawab dari semua calon itu. Baru tanggal 15 September nanti secara resmi kami umumkan ke publik," kata Didi.
Seperti dikutip dari sejumlah media, Partai Demokrat telah menyebarkan undangan kepada sejumlah tokoh. Mereka yang disebut-sebut diundang untuk menjalani tanya jawab diantaranya anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dan mantan wakil presiden Jusuf Kalla.
Sementara satu orang calon peserta konvensi yaitu Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, sudah menjalani tanya-jawab pada Sabtu (24/08) lalu.
Kader partai lain
Partai Demokrat yang telah berkuasa di Indonesia selama hampir sepuluh tahun saat ini sedang mencari calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan umum pada 2014 mendatang.
Beberapa kalangan dari partai lain menilai konvensi ini berpotensi memecah-belah partai lain karena partai ini juga mengundang kader partai lain sebagai calon peserta konvensi.
Salah-satu kader partai lain yang disebut mendapatkan undangan itu adalah mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto yang pada waktu itu masih merupakan kader partai Nasional Demokrat.
Mengenai hal ini, Didi menyatakan tidak akan membahas lebih jauh pada saat ini.
"Kita lihat nanti apakah ada tokoh dari partai lain atau tidak tapi tentu mekanisme etikanya apakah harus minta ijin ke partainya tentu kita serahkan ke mereka, kami membuka peluang kepada seluruh anak bangsa," kata Didi.









