Polisi buru penembak Mapolsek Palu

Kepolisian Sulawesi Tengah masih memburu pelaku penembakan Markas Polsek Palu Selatan, Rabu (17/7) malam pukul, 23.00 WIB dan akan melakukan razia senjata tajam .
Kepala Divisi Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, AKBP Soemarno mengatakan penembakan dilakukan oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor dengan menggunakan senjata laras panjang.
"Anggota yang berjaga mendengar ada letusan tiga kali, diarahkan ke kantor," jelas Soemarno.
Dalam pemeriksaan lokasi kejadian perkara kepolisian menemukan selongsongan peluru yang dipastikan berasal dari senjata laras panjang, tetapi belum diketahui jenisnya.
"Kami masih menyelidiki nomor polisi dan jenis senjata yang digunakan, dua pelaku menggunakan motor, helm dan jaket hitam lari dan belum ditemukan," tambah Soemarno.
Soemarno mengatakan razia senjata tajam di simpang jalan dan perbatasan wilayah, bersamaan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan.
Razia senjata tajam ini ditingkatkan menyusul adanya penembakan ke Mapolsek Palu Selatan Rabu malam.
Sebelumnya, pertengahan Mei 2013 lalu ditemukan bom molotov di belakang Kantor Satlantas Polres Palu.
Sementara itu, Juni 2013 , <link type="page"><caption> bom bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/06/130603_bom_bunuhdiri_poso.shtml" platform="highweb"/></link> terjadi di Mapolres Poso, menewaskan pelakunya.
Serangan terhadap kantor polisi beberapa kali terjadi di Sulawesi Tengah, tetapi polisi mengaku masih belum dapat mengidentifikasi pelaku terkait dengan kelompok teroris yang ada di wilayah tersebut.
Perampokan Poso
Selasa (16/7) perampokan bersenjata di sebuah toko telepon selular terjadi di Poso.
Kepolisian Resort Poso AKBP Susnadi menduga perampokan dilakukan oleh <link type="page"><caption> kelompok teroris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/07/130710_video_santoso_polisi.shtml" platform="highweb"/></link> di wilayah tersebut.
"Analisa intelejen kita, para pelaku ini seperti biasa melakukan kegiatan fa'i dimana dia mengumpulkan dana, dengan cara seperti itu," jelas Susnadi.
Dua pelaku yang menggunakan sepeda motor dan membawa senjata api, masih dikejar oleh aparat kepolisian.
Susnadi mengatakan razia dilakukan di seputar wilayah tersebut.
Sebelumnya, Susnadi mengatakan masyarakat seringkali melaporkan kehilangan bahan makanan yang diletakkan di tempat penyimpanan di wilayah Tambarana dan Gunung Biru.









