Minat Kartu Jakarta Sehat tinggi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membagikan sekitar 1,7 juta Kartu Jakarta Sehat (KJS), layanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu yang diluncurkan November lalu.
"Hari ini kita bagikan 1.733.991 Kartu Jakarta Sehat di DKI Jakarta. Yang belum ambil hari ini, bisa besok atau lusa," kata Jokowi di Puskesmas Koja, Jakarta Utara. "Tapi semakin cepat warga pegang kartunya semakin baik."
Sejak diluncurkan akhir tahun lalu, minat warga menggunakan KJS cukup tinggi.
Banyak warga yang sebelum ada program KJS, tidak pernah berobat ke dokter atau ke rumah sakit karena tidak ada biaya.
"Seumur-umur sejak pindah ke Jakarta tahun '85 baru sekarang saya dipegang dokter...uang dari dagang saya ada, tapi pas-pasan, saya takut nanti malah ngerepotin orang," kata Mafud, seorang pedagang sate di kawasan Tanah Abang. Ia menderita gangguan paru-paru akibat sering berjualan hingga larut malam.
Selain Mafud, warga lain yang sudah merasakan manfaat KJS adalah Siti Jamilah. Suami Siti yang bekerja sebagai sopir terkena serangan jantung dan dilarikan ke salah satu rumah sakit peserta KJS di daerah Jakarta Timur.
"Saya datang jam 05:00 pagi, saya belum punya KJS jadi saya pakai KTP asli dan kartu keluarga asli, ketika dokumen sedang diurus pasien sudah dibawa ke ruang perawatan," kata Siti.
'Sindiran dokter'
Meski merasa terbantu oleh KJS karena ia tidak perlu membayar biaya perawatan, Siti menyayangkan sikap sejumlah dokter dan perawat yang menurutnya terkesan merendahkan pasien KJS dan membuatnya sempat ragu apakah suaminya akan ditangani dengan baik.
"Kalau kita menggunakan KJS, dokter-dokter dan perawat biasanya tahu, mereka bilang 'oh itu pasien KJS,' jadi rasanya kita udah ciut duluan bakal ditangani dengan baik tidak nih suami kita," kata Siti.
"Memang akhirnya ditangani, tapi ada sindiran-sindiran dari dokter dan perawat. Saran saya, dokter dan perawat agar lebih menghargai pasien KJS jangan mentang-mentang kita orang miskin," tambahnya.
Kartu Jakarta Sehat diterima di lebih dari 300 puskesmas dan 130 rumah sakit di ibukota.
Pekan lalu, 16 rumah sakit sempat mengancam akan mundur dari program KJS karena kewalahan dengan lonjakan pasien. Tetapi setelah dilakukan mediasi dengan dinas kesehatan DKI, hanya dua yang menyatakan mundur.









