Polisi periksa DNA korban bom Depok

Terbaru  11 September 2012 - 16:28 WIB

Polisi masih memeriksa DNA korban sekaligs tersangka bom rakitan di Beji, Depok.

Mabes Polri masih memeriksa contoh DNA pria yang menjadi korban ledakan bom rakitan di Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (09/09) lalu.

"Identifikasi masih berjalan. Jadi belum ada hasil pemeriksaan DNA sampai siang ini (11/09), dan kita masih membutuhkan beberapa sample," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Amar, Selasa (11/09).

Sebelumnya telah beredar inisial dan latar belakang profesi pria yang mengalami luka serius akibat ledakan bom racikan dan kini dirawat di RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Namun menurut Boy Rafli, polisi tidak mau tergesa-gesa mengungkap identitas yang bersangkutan sebelum ada kejelasan soal DNA pria tersebut.

"Karena dugaan terhadap Mr X masih ingin kita pastikan," tandas Boy Rafli.

Hasil pemeriksaan DNA pria tersebut, menurut Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Polisi Arthur Tampi, akan diumumkan dua atau tiga hari mendatang.

"Kemarin pembandingnya itu seorang anak, mungkin diduga anak dari tersangka, tetapi siapa dan kenapa itu wewenang penyidik," kata Arthur Tampi.

Diamputasi

"Identifikasi masih berjalan. Jadi belum ada hasil pemeriksaan DNA sampai siang ini (11/09), dan kita masih membutuhkan beberapa sample."

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Amar.

Tim dokter RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, telah mengamputasi lengan kanan pria tersebut untuk menghindari pembusukan.

"Lengan kanan Mr X diamputasi karena membahayakan keselamatan jiwa," kata Boy Rafli Amar.

Sejauh ini, menurut Boy, belum ada pengunjung yang mengaku sebagai anggota keluarga Mr X.

Terduga teroris yang terkapar saat ledakan di Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2012) lalu, sempat menyampaikan pesan kepada seseorang yang menolongnya, yakni Revindo Lengkutoy. Revindo mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Senin (10/9/2012) untuk dimintai keterangan atas peristiwa tersebut.

Ledakan itu terjadi pada Sabtu (09/09) malam di sebuah rumah petak yang dipakai sebagai lokasi pantai asuhan.

Papan nama ' Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara' terbentang di depan bangunan namun menurut warga setempat tak ada kegiatan anak-anak didalamnya.

Sejumlah tersangka melarikan diri setelah ledakan ini, sebelum akhirnya seorang tersangka bernama Thorik menyerahkan diri kepada polisi.

Dugaan sementara polisi menyebutkan pelaku bom di Beji, Depok, terkait jaringan teror di Solo. Mereka menargetkan serangannya pada aparat kepolisian serta komunitas Budha.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>