Pelaku bom Depok dan Solo dari 'jaringan lama'

Terbaru  9 September 2012 - 13:00 WIB
Polisi

Polisi memburu Tr dan YR, pemilik bahan peledak dan penyewa rumah di Depok.

Meski para tersangka pelaku teror yang akhir-akhir ini melanda Indonesia diketahui berusia muda, namun aparat anti teror meyakini mereka masih merupakan bagian dari gerakan lama kelompok teror di Indonesia.

Dalam rangkaian peristiwa teror Solo, polisi menangkap empat tersangka yang diduga perencana dan pembantu aksi serangan terhadap sejumlah polisi. Mereka baru berusia menjelang atau awal dua puluhan.

"Memang pelaku masih muda-muda. Tapi kelihatannya sumbernya ya jaringan lama; JAT dan JI," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai kepada Dewi Safitri dari BBC.

Menurut Mbai indikasi dugaan ini anatra lain nampak dari pola jaringan serta operasi lapangan yang digelar pelaku.

"Eksekutornya memang muda-muda, menunjukkan jaringan ini terus berkembang," tambah Mbai.

Dalam tiga kali aksi teror di Solo sepanjang bulan Agustus, polisi menangkap empat tersangka dua diantaranya tewas dalam baku tembak di Jalan Veteran, Solo.

Dua tersangka lain ditangkap di Karanganyar dekat Solo, serta seorang lagi di Depok pada Rabu (5/9) pagi lalu.

'Kedok' panti asuhan

Insiden teror terakhir terjadi Sabtu malam di Beji, Depok dengan sebuah ledakan yang merusakkan sebagian bangunan rumah sewa milik Lukman Hakim di Jalan Nusantara.

"Eksekutornya memang muda-muda, menunjukkan jaringan ini terus berkembang"

Ansyaad Mbai

Bangunan ini, berupa rumah petak yang dikontrakkan, disewa seseorang dengan identitas YR dan dipakai sebagai lokasi pantai asuhan. Papan nama ' Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara' terbentang di depan bangunan namun menurut warga setempat tak ada kegiatan anak-anak didalamnya.

Saksi mata mengatakan bangunan hanya dihuni sejumlah laki-laki yang nampak masih berusia muda.

"Memang diduga itu hanya kedok dari safe house untuk pelaku teror," kata Ansyaad Mbai.

Usai ledakan semalam, saksi mata mengatakan ada dua laki-laki bergegas kabur dari lokasi.

Namun selama ini seperti dikatakan sejumlah warga kepada berbagai media, tak ada hal mencurigakan selama bangunan tesebut dipakai para penyewa.

Polisi kini memburu YR, pengontrak rumah, serta Tr yang diduga menyimpan bahan bom rakitan yang ditemukan di rumahnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) lalu.

Aparat menduga ada kaitan antara insiden teror Solo, penemuan peledak di Tambora serta ledakan di Depok.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>