Tim penyelamat kawal paus ke laut dalam

Paus sperma saat berupaya ditarik ke perairan lebih dalam, Jumat (27/07).

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Paus sperma saat berupaya ditarik ke perairan lebih dalam, Jumat (27/07).

Tim penyelamat gabungan berhasil menarik paus sperma ke perairan laut yang lebih dalam, setelah paus itu terdampar sejak Rabu (25/07) di perairan dangkal pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat.

Namun agar paus itu tidak kembali ke perairan dangkal, tim gabungan sejauh ini masih mengawal paus menuju ke perairan yang lebih dalam, demikian keterangan pejabat Kementerian Perhubungan.

"Agar tidak kembali ke pantai, kita tetap mengawalnya," kata Kepala Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan, Bambang S Ervan, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Sabtu (28/07) sore.

Sebelumnya, menurut Bambang, tim gabungan TNI, Polri, relawan serta Kementrian Perhubungan berhasil menarik paus berukuran panjang sekitar 11 meter itu dari perairan dangkal ke perairan yang lebih dalam, sekitar pukul 14.45 WIB.

"Paus itu berhasil ditarik kapal KPLP KN 348 ke perairan yang lebih dalam," ungkap Bambang.

Keberhasilan ni merupakan usaha yang kedua, setelah upaya pertama gagal karena "terpal yang digunakan menarik paus sobek," jelas Bambang.

Bambang menjelaskan, keberhasilan penarikan paus yang diperkirakan berbobot 2 ton ini melibatkan berbagai pihak, seperti Kopassus TNI, KPLP Tanjung Priok, serta pihak kepolisian.

"Selanjutnya KPLP menyerahkannya kepada TB Bima milik Pelindo II untuk ditarik ke laut dalam... Pasukan Kopassus akan terus mengawal paus itu sampai menuju laut dalam agar tidak kembali lagi," jelasnya.

Luka pada punggung

Saat dilakukan penyelamatan pada Jumat (27/07) kemarin, tim penyelamat mengaku kesulitan karena keberadaan puluhan perahu motor nelayan yang hilir-mudik di kawasan pantai.

Paus sperma itu juga terlihat terluka di punggungnya setelah para penduduk setempat mencoba memanjat di atasnya untuk menariknya ke lautan dalam, sebelum tim penyelamat tiba di lokasi, kata Benvika dari Jakarta Animal Aid kepada kantor berita AFP.

Menurut Benvika, pihaknya telah berusaha meyakinkan para nelayan setempat agar tidak lalu-lalang di sekitar paus naas itu, namun mereka kesulitan dengan kehadiran perahu-perahu yang tiba dari kawasan berbeda.

Sejumlah perahu motor yang ditumpangi para wisatawan juga terlihat bersiap-siap untuk melihat langsung paus tersebut, Jumat kemarin.

Seperti dilaporkan kantor berita AP, para wisatawan itu ingin mendekati paus untuk foto bersama dengan menyewa perahu nelayan.