Rombongan TNI dihadang di Papua, satu tewas

Aksi kekerasan kembali terjadi di Papua, pada Minggu (1/7) kelompok bersenjata tak dikenal menghadang patroli Batalyon 431 Kostrad saat melintasi Kecamatan Wembi, Kabupaten Keerom, perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Asisten Otonomi Khusus Deputi Politik Dalam Negeri Kementerian Politik Hukum dan Keamanan Sumardi membenarkan kejadian tersebut.
"Aparat Polri dan TNI harus segera mencari dan menangkap pelaku tindak kejahatan ini agar publik mengetahui kelompok siapa yang berbuat dan harus bertanggung jawab," kata Sumardi kepada Wartawan BBC Indonesia Ervan Hardoko, menirukan perintah Menkopolhukam Joko Suyanto.
Menurut Sumardi dari laporan yang diterimanya dari Pandam Cenderawasih Mayor Jenderal Erwin Safitri pasukan TNI sempat terlibat baku tembak dengan penghadangnya.
"Dalam baku tembak itu Kepala Desa Sawi Tami, Yohanes Yaur meninggal dunia dan satu anggota TNI terluka," papar Sumardi.
Saat itu, Yohanes tengah mengendarai sepeda motor sekitar 200 meter di belakang rombongan pasukan Kostrad yang dihadang dan ditembaki.
Sumardi menambahkan menurut informasi Komandan Batalyon 431 kelompok penghadang itu diduga kelompok OPM pimpinan Lambert Pekikir.
Bintang kejora

Sumber gambar, AFP
Sementara itu, sejumlah media melaporkan beberapa bendera Bintang Kejora berkibar di Jayapura pada pukul 5.30 WIT. Kepolisian Papua segera menurunkan bendera-bendera tersebut.
Menurut Kepolisian Papua bendera-bendera itu dipasang di dua lokasi berbeda. Satu bendera dikibarkan di kawasan Jayapura Selatan dan bendera lainnya di Waena, Kota Jayapura.
Hingga saat ini kepolisian masih mencari pelaku pengibaran kedua bendera itu dan meminta warga Papua tidak terprovokasi dengan kejadian ini.
Beberapa waktu terakhir ini situasi Papua kembali memanas dan diwarnai beberapa aksi penembakan oleh orang-orang tak dikenal.
Puncaknya adalah kerusuhan di Abepura akibat tewasnya Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni saat hendak ditangkap kepolisian.
Akibat penembakan Mako, kerusuhan terjadi di Abepura dan sejumlah orang membakar sejumlah rumah toko, kendaraan roda empat dan puluhan sepeda motor.
Polisi menyebut pelaku kerusuhan adalah pendukung Mako yang marah akibat kematian pimpinannya.









