Rapimnas Golkar kukuhkan Aburizal sebagai capres

Rapimnas Golkar akan kukuhkan Aburizal Bakrie sebagai capres.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Rapimnas Golkar akan kukuhkan Aburizal Bakrie sebagai capres.

Rapat pimpinan nasional Partai Golkar, yang dibuka hari ini, kemungkinan besar akan mengukuhkan ketua umumnya yaitu Aburizal Bakrie sebagai calon presiden Partai Golkar pada Pemilu 2014.

Dalam pidato pembukaannya, Aburizal Bakrie mengatakan, berdasarkan hasil survei sebuah lembaga, dukungan masyarakat atas pencalonan dirinya terus mengalami peningkatan.

"Tingkat elektabilitas Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie menunjukkan perkembangan yang signiifikan, trendnya selalu meningkat," tegas Aburizal di depan peserta rapimnas, yang digelar di sebuah hotel di Bogor, Jawa Barat.

Ucapan Aburizal ini mengundang tepuk tangan peserta rapimnas yang terdiri pimpinan DPP dan DPD seluruh Indonesia.

Ical, begitu sapaannya, lantas mengutip hasil survei terakhir LSI yang menyebut elektabilitas dirinya mencapai 17,5 persen.

"(Hanya) selisih beberapa persen lagi terhadap dukungan terhadap Partai Golkar sebesar 20, 9 persen."

Tidak terlambat

Dalam pidato yang disiarkan secara langsung sebuah stasiun televisi swasta ini, Aburizal juga menegaskan, rapimnas saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk menetapkan calon presiden Partai Golkar.

"Sehingga kita memiliki 18 bulan, yang tidak (terlalu) panjang dan tidak pendek, untuk melakukan berbagai upaya untuk memenangkan partai Golkar pada Pemilu 2014," kata Aburizal di depan peserta rapimpas.

Hal ini dia tekankan karena selama masa reformasi, Golkar selalu menetapkan calon presidennya setelah pemilu legislatif, yang menurutnya tidak tepat.

"Penetapan presiden yang dilakukan setelah pemilu legislatif, saya pandang sangat terlambat," tegas Aburizal.

Alasannya, lanjutnya, jarak waktunya terlalu dekat. "Karena tidak tersedia waktu yang cukup untuk mengoperasikan seluruh strategi pemenangan," jelasnya.

Penetapan capres yang terlambat ini, sambung Ical, juga menyebabkan "tidak memberi peluang untuk meningkatkan popularitas dan ekseptiblitas".

Di hadapan peserta rapimnas, Aburizal juga mengungkapkan hasil jajak pendapat beberapa lembaga yang menyebut adanya potensi dukungan masyarakat Indonesia terhadap partai berlogo pohon beringin ini.