Badak Sumatera melahirkan anak jantan

Sumber gambar, AFP
Badak Sumatera yang berada di penangkaran Taman Nasional Way Kambas Lampung, melahirkan anak jantan pada Sabtu (23/6) dini hari.
Peristiwa ini langka di dunia dan merupakan yang pertama kalinya sejak 124 tahun upaya penangkaran dilakukan oleh Indonesia.
Badak Sumatera liar yang bernama Ratu melahirkan pada Sabtu dini hari Pk. 00.45 di tempat penangkaran alami yang berada di hutan habitat aslinya, seperti disampaikan oleh pejabat Kementerian Kehutanan kepada Wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.
Kepala Pusat Informasi Kementerian Kehutanan Sumarto menjelaskan proses kelahiran secara alami dan berlangsung lancar.
" Alami dan tidak ada masalah, pagi tadi sudah menyusui, dan Alhamdulillah, ini merupakan pesta besar bagi konservasi sumber daya alam, khususnya badak, karena sangat sulit," kata Sumarto.
Keguguran
Proses kehamilan Ratu tidak mudah. Sejak dijodohkan dengan Andalas, Ratu sempat keguguran selama dua kali.
Andalas merupakan badak Sumatera jantan hasil penangkaran yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati AS pada 13 September 2001 lalu.
Andalas sendiri adalah badak yang lahir dari hasil penangkaran di kebun binatang selama 112 tahun.
Pada 2007 lalu, Andalas diboyong ke Taman Nasional Way Kambas, untuk dijodohkan dengan Ratu, badak Sumatera liar.
"Perjodohan sulit, perkawinan juga sulit, harus dua-duanya mood, nah mencari moodnya ini kan sulit karena masa birahi empat bulan, tetapi yang mood itu hanya 4 hari yaitu sperma ovumnya bisa bersamaan," jelas Sumarto.
Sebelumnya proses kelahiran bayi Ratu ini diperkirakan pada akhir Juni atau awal Juni, sesuai dengan masa kehamilan badak yang mencapai 475 hari.
Badak Sumatera merupakan hewan yang terancam punah dan diperkirakan hanya sekitar 200 ekor yang masih hidup di habitat aslinya.









