Jenazah korban kecelakaan Fokker diserahkan ke keluarga

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan Fokker F-27 di Jakarta, Kamis (21/06)

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Petugas mengevakuasi korban kecelakaan Fokker F-27 di Jakarta, Kamis (21/06)

Sebelas jenazah korban kecelakaan pesawat Fokker F-27 TNI Angkatan Udara hari ini diserahkan kepada keluarga.

Upacara penyerahan jenazah dilaksanakan di Skuadron 2 Lanud Halim Perdanakusuma pukul 08.00 WIB sebelum diantar ke kampung halaman masing-masing dengan tiga pesawat.

Hercules A-1317 menerbangkan Mayor Heri Setiawan ke Yogyakarta, Lettu Paulus dan Serma Sih Mulato ke Solo, Jawa Tengah, dan Serka Wahyudi serta Sertu Purwo ke Madiun, Jawa Timur.

Hercules A-1315 mengantar jenazah ke Bandara Udara Hasanuddin, Makassar. keempat jenazah adalah anggota keluarga Mayor Administrasi Yohanis Tandisosang yang rumahnya tertimpa pesawat.

Hercules A-1323 membawa jenazah Letda Penerbang Sahroni ke Bandung.

Sementara itu, proses evakuasi korban dan reruntuhan pesawat di lokasi kecelakaan sudah selesai.

Fokker F-27 jatuh saat melakukan latihan rutin Kamis (21/06) pada pukul 14.45 di perumahan militer Rajawali, Jakarta Timur yang terletak dekat Lanud Halim Perdanakusuma.

Penyebab kecelakaan pesawat belum diketahui.

Dalam keterangan pers di kediaman Wakil Presiden Boediono Kamis malam, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsma Dede Rusamsi mengatakan semua awak dalam keadaan sehat dan pesawat juga masih laik terbang.

Sejak 26 September 1976, F-27 menjadi ujung tombak Skuadron 2 Wing Operasi 001, Angkatan Udara, Tentara Nasional Indonesia. F-27 diterima TNI AU dari pemerintah Belanda. Kapal ini menjadi unggulan karena mampu mendarat dan tinggal landas pada jalur pendek. Penggunaan sayap utama yang berkonfigurasi High Wing pun membuat pesawat dapat mendarat pada landasan yang minim fasilitas.