Polisi kejar pelaku penembakan pesawat di Papua

Kepolisian Daerah Papua masih menyelidiki pelaku penembakan pesawat milik Trigana Air di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua.
Kepala Divisi Humas Polda Papua, Yohanes Nugroho mengatakan sejauh ini polisi belum dapat memastikan jenis senjata dan kelompok yang melakukan penyerangan terhadap pesawat tersebut.
"Soal siapa yang menembak, jenis pelurunya dan kelompok mana yang menembak kita belum bisa jelaskan, kita masih melakukan pengejaran, yang bisa kita sampaikan adalah pelakunya merupakan kelompok sipil bersenjata," kata Yohanes Nugroho kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.
"Petugas kepolisian saat ini masih terus melakukan oleh TKP."
Pesawat Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu menurut Yohanes ditembak pada pukul 08.21 WIT saat akan mendarat di Bandara Mulia.
Setelah mengalami penembakan, kata Yohanes, pesawat itu sempat menabrak sebuah bangunan yang menyerupai gudang tidak jauh dari menara pengawas sebelum akhirnya berhenti.
Mekanisme pengamanan
"Baru sekarang ada serangan bersenjata terhadap pesawat seperti ini."
Akibat serangan tersebut seorang penumpang bernama Kogoya (35) yang juga merupakan wartawan Papua Pos tewas.
Sejumlah laporan media lokal menyebutkan selain korban tewas ada empat korban lain yang mengalami luka.
Meski belum mengetahui identitas pelaku penembakan, polisi sudah mulai melakukan penyisiran lokasi sekitar bandara.
"Kita sedang melakukan pengejaran ke kawasan daerah tebing sekitar bandara," kata Yohanes.
"Kondisi bandara ini kan diapit oleh tebing-tebing tinggi dan mungkin mereka memanfaatkan daerah ini untuk melakukan kekacauan di bandara."
Kepolisian Daerah Papua kata Yohanes kemungkinan akan melakukan kajian lagi terhadap mekanisme pengamanan pada sejumlah bandara perintis di Papua pasca serangan ini.









