Serangan masjid Ahmadiyah di Cianjur

Masjid Ahmadiyah di Cianjur, Jawa Barat dirusak massa yang menggap jemaahnya menyalahi kesepakatan agar tidak melakukan aktivitas.
"Genting hancur semua, atap, dan langit-langit di dalam mesjid. Kaca semua hancur. Orang menjebol dinding masjid sebelah selatan dan masuk ke dalam," kata Ahmad Garnida, pengurus daerah Ahmadiyah untuk Cianjur kepada BBC Indonesia.
Ahmad Garnida menduga pemicu pengrusakan masjid anggapan bahwa mereka menyalahi kesepakatan untuk tidak menggunakan masjid.
"Kami merasa tidak bersalah, kami melaksanakan sholat Jumat. Itu yang menjadi pemicu sehingga masyarakat marah," kata Ahmad.
"Namun kegiatan dan ibadah berbeda. Kalau ibadah kan sholat jadi tidak ada yang dilanggar," kata Ahmad mengacu pada Surat Keputusan Bersama terkait aktivitas Ahmadiyah.
Warga Cikeusik belum kembali
Namun Kapolres Cianjur, Agus Tri Heryanto, mengutip SKB yang disekapati dengan jemaah Ahmadiyah di daerah itu tahun lalu yang mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada kelompok itu agar tidak melakukan kegiatan apapun.
"Jemaah tidak konsekuen dengan kesepakatan bersama, yang menyebutkan tidak boleh mengadakan sholat Jumat dan sholat berjamaah di masjid itu. Itu sudah disepakati bulan Maret 2011," kata Agus.
Namun Agus menekankan pihaknya akan menindak secara hukum mereka yang terlibat dalam pengrusakan masjid.
"Pengrusakan jelas melanggar hukum. Kami tengah menyelidiki dan juga tetap akan mengadakan pengamanan kedua belah pihak," tambahnya.
Februari tahun lalu, tiga pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Banten tewas dibantai oleh lebih dari 1.000 orang.
Para penyerang membakar rumah dan kendaraan pengikut Ahmadiyah dan lima orang korban selamat mengalami cacat.
Sebanyak 12 orang terdakwa penyerangan diadili di Pengadilan Negeri Banten dan divonis antara tiga hingga enam bulan.
Salah seorang korban, Deden Sudjana, juga diseret ke meja hijau. Deden divonis enam bulan karena "menolak mematuhi perintah polisi untuk meninggalkan lokasi."
Sekitar 25 warga Ahmadiyah dari Cikeusik belum bisa pulang ke rumah mereka karena diusir warga seputar.









