Satu orang dipastikan meninggal karena flu burung

Sumber gambar, AP
Seorang pria berusia 24 tahun yang meninggal akhir pekan lalu di Jakarta, dipastikan karena virus flu burung, menurut pejabat departemen kesehatan.
"Hasil tes laboratorium menunjukkan pria itu positif terkena flu burung," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga Aditama kepada BBC Indonesia.
Tjandra mengatakan pria itu terkena virus H5N1 yang ditularkan melalui unggas peliharaan di sekitar rumah.
"Kami mengambil sampel dari unggas di sekitar rumah korban, dan memeriksa apakah itu terkena virus atau tidak," tambah dia.
Pria itu meninggal Sabtu (07/01) lalu setelah ditolak rumah sakit rujukan untuk flu burung di Jakarta.
Dua rumah sakit yang sebelumnya melakukan pemeriksaan menyatakan pria itu mengalami infeksi pencernaan dan demam berdarah.
Pria itu akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit lain.
Kementerian Kesehatan menyatakan telah memeriksa unggas dan orang yang pernah melakukan kontak dengan korban, memberikan tamiflu untuk mencegah penularan virus H5N1.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga berkerjasama dengan pihak terkait antara lain Kementerian Pertanian, dan Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus flu burung.
Kasus menurun
Laki-laki asal Jakarta Utara ini, merupakan korban meninggal akibat flu burung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia tahun 2012.
"Sebelumnya ada korban meninggal di Cina dan Mesir, laporan dari Indonesia ini yang ketiga," kata Tjandra.
Tahun 2011, jumlah pasien yang terkena flu burung di Indonesia menurun 11 orang dari 60 kasus di dunia.
Sedangkan korban meninggal tercatat sembilan orang, termasuk dua balita di Bali.
Korban flu burung di Indonesia antara 2003-2011 terbanyak di dunia dengan 150 kematian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
Vietnam menyembelih lebih dari 2.500 ayam pekan ini setelah beberapa unggas ditemukan mati di sebuah peternakan di Delta Mekong.
Cina melaporkan korban pertama manusia dalam 18 bulan ini akhir Desember lalu.
Virus flu burung menyebar dari unggas ke manusia melalui kontak langsung, namun para pakar khawatir virus akan bermutasi sehingga penularan antar manusia lebih cepat dengan potensi pandemi yang dapat menewaskan jutaan orang.









