Garuda siapkan 100 pilot antisipasi pemogokan

Garuda Indonesia

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Garuda menyiapkan sejumlah langkah antisipasi aksi mogok pilotnya.

PT Garuda Indonesia menyiapkan sekitar 100 pilot yang selama ini bekerja sebagai instruktur untuk mengantispasi aksi pemogokan pilot maskapai penerbangan nasional itu Kamis (28/7).

Juru Bicara Garuda, Pujobroto, mengatakan perusahaan tersebut hingga Rabu (27/7) pagi belum bisa memastikan berapa banyak pilot yang terlibat aksi mogok tersebut.

"Kita akan melakukan pendataan berapa penerbang yang melakukan pemogokan (besok)," kata Juru Bicara PT Garuda Indonesia, Pujobroto saat dihubungi BBC Indonesia.

"Penerbang Garuda yang bertugas di manajemen dan menjadi instruktur relatif cukup banyak ada sekitar lebih dari 100 penerbang. Nah, kita harapkan dari mereka nanti akan bertugas sekiranya nanti ada pemogokan," tambah dia.

Garuda, katanya, mengupayakan agar jadwal operasi penerbangan perusahaan itu tidak terganggu jika terjadi aksi pemogokan. Namun, belum ada jaminan jadwal penerbangan dan operasional tidak terggangu.

"Kita akan berusaha semaksimal mungkin kita lakukan untuk mengurangi hal-hal yang mengganggu penumpan kita," janji Pujobroto.

Pemogokan itu kemungkinan akan diikuti oleh setengah dari jumlah keseluruhan pilot Garuda yang berjumlah lebih dari 800 orang.

"Mungkin saja bisa setengah dari jumlah keseluruhan pilot. Namun tergantung di lapangan juga. Kalau dilapangan banyak yang terbang nanti yang lain mungkin akan ikut terbang juga," kata Pilot Garuda, Manotar Napitupulu.

Manotar mengatakan dalam sehari ada sekitar 150 penerbangan dan melibatkan 300 pilot dan co-pilot.

Protes gaji

Dampak dari pemogokan ini kata, Manotar, bisa saja berimbas pada penambahan beban jadwal penerbangan kepada para pilot yang memilih tidak mogok.

"Itulah yang kita takuti untuk itu kemarin saya mengajak rekan untuk tidak mogok dan melakukan negosiasi," papar Manotar.

Aksi mogok yang dikoordinir Asosiasi Pilot Garuda ini dilakukan menyusul protes terhadap kebijakan sistem penggajian antara pilot asing dan lokal yang dinilai diskriminatif.

Penerbang asing dengan status kontrak mendapatkan gaji sekitar Rp77 juta perbulan. Sementara gaji kapten pilot lokal yang telah bekerja di perusahaan itu selama 20 tahun hanya sebesar Rp43 juta perbulan.

Namun pihak Garuda mengatakan pemberlakuan kebijakan penggajian yang berbeda terhadap pilot asing karena status mereka yang kontrak.

Meski mendapat gaji besar namun Pujobroto menyebutkan ada sejumlah fasilitas yang menguntungkan bagi pilot lokal dengan status penerbang tetap yang tidak didapatkan oleh pilot asing.

Cabut kebijakan

"Penerbang kontrak itu tidak menerima uang kesehatan dan pensiun, mereka tidak menerima uang masa kerja, di saat pensiun karyawan makan menerima 24 sampai 28 kali gaji mereka," kata Pujobroto.

Para pilot yang berencana melakukan pemogokan mendesak agar manajemen Garuda mencabut kebijakan gaji yang dianggap diskriminatif itu.

Garuda adalah salah satu perusahaan penerbangan BUMN yang memiliki potensi besar dalam memberikan pemasukan bagi pemerintah.

Perusahaan tersebut berhasil meraup dana sebesar Rp4,75 triliun dari penjualan saham perdananya awal tahun ini.

Garuda Indonesia juga tengah berencana melebarkan sayap ke dua kota di India yaitu New Delhi dan Mumbay dan ke ibukota Taiwan, Taipei.

Aksi pemogokan ini terjadi di tengah reaksi positif para analis yang memperkirakan Garuda Indonesia mampu bangkit dan memperbaiki kinerjanya dalam beberapa tahun terakhir ini.