Soeharto salah satu calon pahlawan

Sukarno dan Soeharto
Keterangan gambar, Pahlawan nasional bersama calon pahlawan nasional

Kementrian Sosial mempertimbangkan mendiang Pak Harto sebagai salah satu dari 18 calon pahlawan nasional yang akan diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 10 November mendatang.

Kepada Sub Direktorat Kepahlawanan Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial Kementrian Sosial, Hartono Laras, mengatakan proses pencalonan itu masih berjalan dan masih bisa berubah sebelum sampai ke presiden.

Selain Soeharto, Kementrian Sosial juga menyiapkan nama mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan almarhum Ali Sadikin, mantan Gubernur DKI Jakarta.

Pengkajian Komisi Kebenaran

Bila dibandingkan dengan penetapan Presiden Sukarno sebagai pahlawan yang terjadi pada tahun 1986, 16 tahun setelah Bung Karno wafat, pencalonan Soeharto sebagai pahlawan nasional jauh lebih cepat.

Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Asvi Warman Adam, berpendapat sebaiknya pencalonan Soeharto tidak dilakukan sekarang tetapi setelah Komisi Kebenaran dan Rekonsialisi melakukan pengkajian.

"Menurut saya ironis kalau seorang yang sudah menjadi pahlawan nasional ternyata kemudian terbukti sebagai pelaku pelanggaran HAM berat atau korupsi," kata Asvi kepada BBC Indonesia.

Asvi mengatakan apabila Soeharto dinyatakan sebagai pahlawan nasional akan tertutup kemungkinan untuk menguak masa lampau Orde Baru "yang gelap".

Dewasa ini terdapat 147 pahlawan nasional dan diperkirakan hanya sekitar 10% di antara mereka yang dikenal masyarakat, seperti Sukarno dan Mohammad Hatta.

Asvi Warman Adam mengatakan untuk sementara mungkin pemerintah lebih baik melakukan sosialisasi terlebih dahulu nama-nama yang akan diberi gelar pahlawan nasional.