Kehamilan pertama badak di Indonesia

- Penulis, Rohmatin Bonasir
- Peranan, BBC Indonesia
Populasi badak Sumatra mungkin akan bertambah karena seekor badak di Suaka Badak Sumatra, Way Kambas sedang mengandung lebih dari satu bulan.
Ini merupakan kehamilan pertama yang terjadi di suaka badak itu sejak didirikan 10 tahun lalu.
Badak betina bernama Ratu ini hamil setelah dikawinkan dengan Andalas, badak jantan kelahiran kebun binatang Cincinati, Amerika Serikat. Andalas dikirim ke Indonesia tahun 2007 dan November tahun lalu mulai mengawini Ratu.
Ketua Yayasan Badak Indonesia, Widodo Ramono mengatakan meski usia kehamilan Ratu memang masih dini, kurang dari dua bulan dari masa kehamilan antara 15-16 bulan, hal ini sangat penting.
"Kita baru tahu bahwa tidak sembarangan badak bisa dikawinkan karena badak Sumatra ini mempunyai siklus ovulasi 20-24 hari sekali. Hanya pada waktu itu badak tersebut bisa dikawinkan," kata Widodo kepada BBC.
Selain masalah ovulasi, kata Widodo Ramono, badak memiliki beberapa ciri yang membuat spesies terancam tersebut sulit berkembang biak di alam.
"Badak ini sangat solitair (menyendiri). Kalau ketemu antar individu liar sekali terbukti di dalam Suaka Badak Sumatra, Way Kambas, kalau jpun dipertemukan mereka juga tidak mau kawin jika bukan pada waktu ovulasi," jelas Widodo.
Suaka Badak Sumatra, Way Kambas saat ini menampung lima badak.
Populasi badak di alam bebas diperkirakan tinggal 200 ekor, sekitar 80% berada di Indonesia sedangkan sisanya terdapat di Sabah, Malaysia.









