West policies 'contribute' to the rise of Islamic State

Sumber gambar, AP
Belajar bahasa Inggris dengan membaca berita BBC tentang kebijakan Barat atas ISIS dan kerugian yang dicatat perusahaan penerbangan Kenya Airways.
West policies 'contribute' to the rise of Islamic State
A senior Hezbollah official, Mohammed Fneish, has alleged that policies pursed by the West and its allies in the Arab world have contributed to the rise of the Islamic State militant group in Syria.
In an interview with the BBC, Mr Fneish said western powers were now standing up to IS because it had become a direct threat, and had killed more Muslims than Israel.
But he stressed that although Hezbollah and western nations were both fighting against the same enemy, he did not see any likelihood that they would work together.
Kebijakan Barat 'membantu' bangkitkan ISIS
Pejabat senior Hisbullah, Mohammed Fneish, menduga bahwa kebijakan yang diterapkan Barat dan sekutu mereka di dunia Arab berperan mendorong bangkitnya kelompok militan Islam Negara Islam di Suriah.
Dalam wawancara dengan BBC, Fneish mengatakan negara-negara Barat sekarang menghadapi IS karena sudah menjadi ancaman langsung, dan telah membunuh lebih banyak warga Muslim dibandingkan Israel.
Tapi ia menekankan, meski Hisbullah dan negara-negara Barat bertempur menghadapi musuh yang sama, ia tidak melihat kemungkinan kerja sama antara Hisbullah dan Barat.
Kenya Airways records $100m+ losses
Kenya Airways has reported a loss of a US$116 million for the first half of the financial year that ended in September.
The CEO of the Nairobi based national carrier - Mbuvi Ngunze - said the ebola epidemic in west Africa and continuing security issues in Kenya had contributed to the fall in revenue.
He added that continuing suspension of flights to Sierra Leone and Liberia could lead to further losses.
Mr Ngunze commented that passenger numbers to Kenya had fallen because of continuing concerns about security there.
Kenya Airways umumkan kerugian US$100 juta lebih
Kenya Airways mengumumkan kerugian sebesar US$116 juta dalam periode enam bulan pertama tahun pembukuan 2014 yang berakhir September.
Kepala eksekutif maskapai penerbangan nasional yang berkantor pusat di Nairobi, Mbuvi Ngunze, mengatakan wabah Ebola di Afrika Barat dan masih munculnya isu keamanan di Kenya menjadi penyebab turunnya pendapatan.
Ia menambahkan bahwa berlanjutnya larangan terbang ke Sierra Leone dan Liberia bisa membuat kerugian bertambah besar.
Ngunze mengatakan penurunan jumlah penumpang ke Kenya disebabkan oleh masalah keamanan di sana.









