First suspected MERS cases in Malaysia

Virus MERS, AP

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, MERS has killed 85 people, almost all of them in the Arabian peninsula.

Belajar bahasa Inggris melalui berita BBC tentang kasus pertama yang dicurigai berkaitan dengan virus MERS dan tentang masalah budak seks Korea Selatan oleh Jepang.

First suspected MERS cases in Malaysia

Malaysia and the Philippines have reported their first suspected cases of the Middle East Respiratory Syndrome, or MERS.

The death of a Malaysian man who flew home from the Saudi city of Jeddah has been attributed to the virus.

Passengers sitting near him on the flight are being contacted.

A male nurse returning to the Philippines from the United Arab Emirates has been put in quarantine after his blood tested positive for the disease.

MERS has killed 85 people - almost all of them in the Arabian peninsula - since it emerged two years ago.

Kasus pertama yang dicurigai virus MERS di Malaysia

Malaysia dan Filipina melaporkan kasus pertama yang dicurigai sebagai Sindrom Pernapasan Timur Tengah, atau MERS.

Kematian seorang pria Malaysia yang terbang pulang dari Jeddah, Arab Saudi dikaitkan dengan virus tersebut.

Penumpang yang duduk di dekatnya saat di pesawat tertular.

Seorang perawat pria yang kembali ke Filipina dari Uni Emirat Arab dikarantina setelah hasil tes darah menunjukkan positif terkena virus itu.

MERS telah mengakibatkan 85 orang meninggal, dan hampir semua kasus terjadi di Semenanjung Arab, sejak muncul dua tahun lalu.

Sexual enslavement issue between South Korea and Japan

Presiden Korea Selatan dan PM Jepang

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, It's the first such high-level meeting to discuss the so-called 'comfort women'.

A senior Japanese foreign ministry official has held talks with his South Korean counterpart in Seoul on the dispute over the sexual enslavement of Korean women by Japanese soldiers in the Second World War.

It's the first such high-level meeting to discuss the suffering of tens of thousands of so-called 'comfort women'.

The issue remains a source of deep divisions between the two countries.

Reports from Japan suggest Tokyo is ready to offer fresh apologies and government compensation to the survivors.

Masalah perbudakan seks Korea Selatan dan Jepang

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang mengadakan pembicaraan dengan Korea Selatan tentang masalah wanita-wanita Korea yang dijadikan budak seks oleh tentara Jepang saat Perang Dunia II.

Ini adalah pembicaraan tingkat tinggi pertama untuk mendiskusikan penderitaan puluhan ribu wanita yang disebut 'wanita penghibur'.

Isu ini tetap menjadi jurang pemisah antara kedua negara.

Laporan dari Jepang menunjukkan bahwa Tokyo siap mengajukan permohonan maaf baru dan kompensasi dari pemerintah bagi para wanita yang masih hidup.