Men and women excel in different things

Belajar bahasa Inggris melalui berita BBC tentang pemetaan otak pria dan wanita dan tentang hasil survei Transparansi Internasional.
Men and women excel in different things
A new study of the male and female brain has found that some of the traditional stereotypes are true: men are wired to read a map, while women are better equipped for multi-tasking, and asking for directions.
Drawing on about a-thousand brain scans, researchers found that women's brains have a greater degree of neural connectivity between the left and right hemispheres.
The male brain, by contrast, is linked from front to back, to facilitate perception and coordinated action.
But the gender differences appear relatively late.
Very few were noted in children under thirteen, but they became more pronounced in teenagers and young adults.
Pria dan wanita unggul dalam hal berbeda
Sebuah penelitian tentang otak pria dan wanita menemukan bahwa beberapa konsepsi tradisional adalah benar: pria lebih unggul dalam membaca peta, sementara wanita lebih baik dalam melakukan beberapa hal dalam waktu yang bersamaan dan menanyakan arah.
Mengambil kesimpulan melalui 1.000 hasil pemindaian otak, para peneliti menemukan bahwa otak para wanita memiliki konektivitas yang lebih tinggi antara otak kiri dan kanan.
Sementara otak pria, sebaliknya, terhubung dari depan ke belakang untuk memfasilitasi persepsi dan koordinasi tindakan.
Tetapi perbedaan antara keduanya baru terlihat belakangan.
Beberapa kasus terjadi pada anak-anak berusia di bawah 13 tahun, tetapi mereka menjadi lebih jelas pada remaja dan baru menginjak usia dewasa.
Ukraine's rejection of EU ties could hamper the fight against corruption

An organisation that monitors corruption around the world says the reforms underway in Myanmar have led to a big improvement in the country.
Its ranking has gone up in the annual survey carried out by Transparency International, but the organisation expressed concern over the situation in Ukraine.
It says the rejection of closer ties to the European Union could jeopardise the fight against corruption among officials.
The annual survey found that Denmark, New Zealand and Finland are seen as having the least corrupt public sectors.
Afghanistan, North Korea and Somalia are at the other end of the scale.
Enam ditahan atas kasus rekayasa hasil pertandingan sepakbola
Reformasi yang tengah dilakukan di Myanmar telah membawa kemajuan bagi negara itu, seperti diungkapkan oleh organisasi yang memantau korupsi di seluruh dunia.
Posisi Myanmar naik dalam survei tahunan yang dilakukan oleh Transparansi Internasional, tetapi organisasi itu menyatakan kekhawatiran atas situasi di Ukraina.
Mereka mengatakan bahwa sikap penolakan untuk hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa dapat membahayakan upaya pemberantasan korupsi di kalangan pejabat pemerintah.
Survei tahunan menyebutkan bahwa Denmark, Selandia Baru, dan Finlandia dianggap sebagai negara dengan tingkat korupsi terendah di sektor publik.
Afghanistan, Korea Utara, dan Somalia sebaliknya menempati posisi terbawah untuk tingkat korupsi.









