Syrian women increasingly targeted

Belajar bahasa Inggris melalui berita BBC tentang meningkatnya tindak kekerasan terhadap wanita Suriah dan kurangnya kepedulian terhadap remaja pengidap HIV.
Syrian women increasingly targeted
A new report by a network of more than 60 human rights groups says that Syrian women are increasingly the targets of violent abuse and torture by government forces and armed groups.
The report says many have been raped - including gang-raped.
A spokeswoman for the report's authors, Hayet Zeghiche said they had heard systematic reports of women being sexually abused in detention centres.
She said women who had been raped were then being stigmatised socially, often being forced to flee their homes and left isolated.
Wanita Suriah makin sering menjadi sasaran kekerasan
Wanita-wanita Suriah semakin sering menjadi sasaran tindak kekerasan dan penyiksaan oleh pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata, seperti disebutkan dalam laporan yang disusun oleh jaringan yang terdiri dari lebih 60 kelompok HAM.
Laporan itu menyatakan bahwa banyak wanita menjadi korban perkosaan massal.
Seorang juru bicara penulis laporan itu, Hayet Zeghiche mengatakan mereka mendengar sejumlah laporan sistematis mengenai para wanita yang disiksa secara seksual di pusat penahanan.
Ia mengatakan wanita-wanita yang pernah diperkosa dicap negatif oleh masyarakat sehingga mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka dan dikucilkan.
UN criticises lack of care for adolescents infected by HIV

The UN's health agency has criticised what it says is a lack of care and support for adolescents infected by HIV, the virus that can lead to AIDS.
Describing them as a neglected group, the World Health Organisation said many young people did not receive the help they needed to stay in good health and prevent transmission.
It said more than two million adolescents (aged between 10-19 years old) were now living with the virus - an increase of a third over the past decade.
Craig McClure of the UN children's agency, UNICEF, said harsh laws, inequalities, stigma and discrimination were barriers to prevention and treatment.
PBB kritik kurangnya kepedulian terhadap remaja pengidap HIV
Badan kesehatan PBB, WHO mengkritik kurangnya kepedulian dan dukungan terhadap remaja yang mengidap HIV, virus yang bisa mengakibatkan AIDS.
WHO menyebut mereka sebagai kelompok yang terabaikkan dan mengatakan bahwa anak-anak muda tidak mendapatkan pertolongan yang mereka perlukan untuk tetap sehat dan mencegah penularan.
Disebutkan bahwa lebih dua juta remaja berusia antara 10-19 tahun sekarang menderita virus HIV, naik sepertiga dalam dekade terakhir.
Craig McClure dari badan PBB untuk anak-anak, UNICEF menjelaskan bahwa undang-undang yang keras, ketidaksetaraan, stigma, dan diskriminasi menjadi penghalang tindakan pencegahan dan perawatan.









