Blackberry agrees to be bought

Blackberry 10, Reuters
Keterangan gambar, The sales of Blackberry 10 have been weak despite the expectation.

Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC, tentang penjualan saham Blackberry dan akses internet di Cina.

Blackberry agrees to be bought

The struggling Canadian smartphone maker, Blackberry, says it has agreed, in principle, to be bought by a consortium led by Fairfax Financial - its largest shareholder - for four-point-seven billion dollars.

Fairfax has until November to scrutinise Blackberry's books and to raise money.

The phone maker can still seek other offers.

Last week, Blackberry announced it was cutting its global workforce by forty per cent.

The firm was once a pioneer in mobile technology but has been squeezed by its rivals Apple and Android.

It had pinned hopes on its latest offering, the Blackberry 10, but sales have been weak.

In August the company said it was setting up a special committee to look at strategic options, including new partnerships and a possible outright sale.

Blackberry setuju dibeli

Perusahaan pembuat ponsel pintar Kanada yang tengah mengalami kesulitan, Blackberry mengatakan telah setuju, pada prinsipnya untuk dibeli oleh konsorsium yang dipimpin oleh Fairfax Financial -pemegang saham terbesar- senilai US$ 4,7 miliar.

Fairfax memiliki waktu hingga November untuk mengawasi pembukuan Blackberry dan mengumpulkan dana.

Sementara Blackberry masih bisa mencari tawaran lain.

Minggu lalu Blackberry mengumumkan tengah memotong jumlah staf global hingga 40%.

Perusahaan ini sempat menjadi pelopor dalam teknologi ponsel tapi telah tersaingi oleh Apple dan Android.

Blackberry menaruh harapan pada produk terbarunya, Blackberry 10, tetapi mencatat penjualan yang lemah.

Bulan Agustus perusahaan itu mengatakan sedang membentuk komite khusus untuk menyusun langkah strategis, termasuk kerja sama baru dan kemungkinan penjualan serentak.

China to open up internet

Twitter logo, Getty
Keterangan gambar, Twitter is among the sites banned by the Chinese government.

A Hong Kong newspaper is reporting that China has decided to open up the internet in a free-trade zone planned for Shanghai, allowing access there to banned websites such as Twitter and Facebook.

The South China Morning Post quotes an unnamed government source as saying that foreign investors in the zone have to feel like they are at home.

But correspondents say China's leaders show no sign of freeing up the heavily-censored internet for the wider population.

China recently introduced rules to stamp out online rumours, widely seen as a way of clamping down on critics of the government.

Cina akan membuka akses internet

Sebuah surat kabar Hong Kong melaporkan bahwa Cina telah memutuskan untuk membuka internet di zona perdagangan bebas untuk Shanghai, dengan mengizinkan akses ke beberapa situs yang dilarang seperti Twitter dan Facebook.

South China Morning Post mengutip seorang nara sumber dari pejabat pemerintahan yang mengatakan bahwa investor asing in zona itu harus merasa senyaman seperti di rumah sendiri.

Tetapi para wartawan mengatakan para pemimpin Cina tidak menunjukkan tanda-tanda untuk membebaskan akses internet yang disensor ketat bagi masyarakat luas.

Cina baru-baru ini mengeluarkan peraturan untuk membasmi rumor yang beredar di internet, yang dianggap sebagai cara pengawasan atas berbagai kritik terhadap pemerintah.