Too much Coca-Cola?

Dua bahasa kami siapkan untuk berita tentang seorang perempuan yang meninggal karena kemungkinan terlalu banyak minum Coca-Cola serta spekulasi tentang pengganti Paus Benediktus XVI.
Coca-Cola was a substansial factor
A coroner in New Zealand has concluded that drinking too much Coca-Cola was a substantial factor in the death of a 30 year old woman who suffered a cardiac arrest three years ago.
Natasha Harris drank up to ten litres of the fizzy drink each day -containing more than twice the recommended limit of caffeine.
The mother of eight, whose teeth had been removed because of decay, drank coke throughout her waking hours. The drinks company argued it could not be proven that its product contributed to her death.
Coca-Cola sebagai faktor penting
Seorang penyidik penyebab kematian di Selandia Baru menyimpulkan bahwa minum Coca-Cola terlalu banyak merupakan faktor penting dalam kematian seorang perempuan berusia 30 tahun yang menderita gagal jantung tiga tahun lalu.
Natasha Harris minum sampai 10 liter minuman bersoda setiap harinya -mengandung dua kali lipat lebih dari batas kafein yang disarankan.
Ibu delapan anak ini, yang seluruh giginya sudah dicabut karena busuk, minum coke sepanjang jam kerjanya.
Perusahaan minuman itu mengatakan kesimpulan tersebut tidak bisa membuktikan bahwa produk mereka memiliki andil terhadap kematiannya.
Speculation about the next Pope
A day after Pope Benedict announced that he would step down at the end of the month, attention is turning to who might succeed him.
Pope Benedict is the first holder of the office to resign for nearly 600 years.
There's speculation that the next Pope could be from Latin America, home to more than 40% of the world's Roman Catholics. But several African names have also been suggested, including cardinals from Ghana and Nigeria.
The Vatican says it expects a new Pope to be elected by a conclave of cardinals before Easter at the end of March.
Spekulasi tentang Paus berikut
Sehari setelah Paus Benediktus mengumumkan akan mengundurkan diri pada akhir bulan ini, perhatian beralih ke orang yang mungkin menggantikannya.
Paus Benediktus merupakan pemegang jabatan yang mundur dalam hampir sekitar 600 tahun.
Ada spekulasi bahwa Paus berikut mungkin dari Amerika Latin, tempat tinggal lebih dari 40% umat Katolik Romawi dunia. Namun beberapa nama Afrika juga disarankan, termasuk kardinal dari Ghana dan Nigeria.
Vatikan mengatakan mereka memperkirakan Paus yang baru akan dipilih lewat sidang para kardinal sebelum Paskah pada akhir Maret.









