'Kami dapat melihat wajah mereka dari jarak dekat' - Kesaksian wartawan BBC menumpang kapal Filipina dan dikejar kapal patroli China

Kapal China menembakkan meriam air ke arah kapal Filipina di Laut China Selatan.
Keterangan gambar, Kapal China menembakkan meriam air ke arah kapal Filipina di Laut China Selatan.
    • Penulis, Jonathan Head
    • Peranan, Koresponden BBC untuk Asia Tenggara
    • Melaporkan dari, Laut China Selatan

Wartawan BBC menumpang kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay, yang berlayar di Laut China Selatan, pada Selasa (30/04). Tiba-tiba, sejumlah kapal China mendekati.

Kami bisa melihat kapal China yang lebih besar bergerak menghampiri dengan kecepatan tinggi.

Jaraknya cukup dekat sehingga kami dapat melihat wajah para anak buah kapal. Dua dari mereka merekam kami menggunakan kamera, begitu pula kami merekam mereka.

Kru Filipina buru-buru memasang penghalang busa kuning di samping kapal, bersiap menghadapi tabrakan. Kapal Tiongkok sontak berbelok tajam melintang haluan kapal Filipina, memaksa sang kapten kapal Filipina memperlambat laju secara mendadak. Jarak kedua kapal kurang dari lima meter.

Kami berlomba menuju Scarborough Shoal, sebuah pulau karang kecil berjarak 220 km sebelah barat pantai Filipina yang juga diklaim oleh China.

Petugas penjaga pantai China merekam kru BBC di kapal Filipina.

Sumber gambar, BBC/Virma Simonette

Keterangan gambar, Petugas penjaga pantai China merekam kru BBC di kapal Filipina.

Kapal-kapal China bertekad untuk menghentikan kami. Jumlahnya mencakup 10 kapal penjaga pantai dan milisi maritim.

Kapten kapal Filipina mengandalkan kecepatan dan kemampuan manuver kapal buatan Jepangnya untuk mendahului kapal-kapal China. Alhasil, kami bisa mencapai radius 600 meter dari Scarborough Shoal – yang merupakan jarak terdekat, katanya kepada kami. Pasalnya, China baru-baru ini memasang penghalang dekat Scarborough Shoal yang terlihat jelas di bawah air.

Selagi kami mendekati pulau karang kecil itu, kapal-kapal China berada tepat di belakang kami. Bahkan, dua di antara mereka mengapit kedua sisi kapal Filipina. Pada saat itulah mereka mulai menembakkan meriam air.

Kru BBC dilarikan ke dalam kapal Filpina dan dari situ kami bisa mendengar semburan air bergemuruh di dinding logam kapal. Mereka menghancurkan tenda di buritan serta menghancurkan pagar di satu sisi.

Kapal kedua dalam konvoi kami, yang membawa perbekalan untuk nelayan Filipina, mengalami kerusakan lebih parah setelah menerima 10 serangan langsung meriam air.

Permainan kucing dan tikus di laut ini bukanlah hal baru di Laut China Selatan. Namun pertikaian ini menjadi lebih sering dan lebih serius, sejak Presiden Bongbong Marcos memberi wewenang kepada penjaga pantai untuk menantang kehadiran Tiongkok secara lebih tegas di wilayah yang disengketakan.

Sejumlah kapal penjaga pantai China membuntuti kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay.

Sumber gambar, BBC/Virma Simonette

Keterangan gambar, Sejumlah kapal penjaga pantai China membuntuti kapal penjaga pantai Filipina, BRP Bagacay.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

“Pemerintah Tiongkok selalu mengatakan ada garis merah”, kata Komodor Jay Tarriela, juru bicara penjaga pantai untuk Laut Filipina Barat, nama yang disematkan pemerintah Filipina untuk wilayah yang diklaimnya.

“Mereka bilang kami tidak bisa melewati batas 12 mil laut dari dangkalan tersebut [Scarborough Shoal]. Namun di bawah pemerintahan ini, kami telah melanggar garis merah tersebut untuk menunjukkan bahwa Tiongkok tidak menghormati hukum internasional.”

Misi yang kami jalani adalah bagian dari respons yang lebih kuat terhadap kapal-kapal China.

Secara resmi, tujuan kapal penjaga pantai Filipina adalah untuk memasok makanan dan bahan bakar kepada para nelayan Filipina yang telah bekerja di Scarborough Shoal sejak berpuluh tahun lalu. Nelayan-nelayan tersebut mengeluh bahwa mereka terus-menerus diganggu sejak penjaga pantai Tiongkok mengambil alih wilayah tersebut pada 2012.

Misi lainnya dari kapal penjaga pantai Filipina adalah menunjukkan tekad Filipina dalam mengeklaim perairan dangkal tersebut. Sebab, Scarborough Shoal terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina yang diakui secara hukum dan posisinya ebih dekat dengan Filipina dibandingkan dengan Tiongkok.

Keputusan pengadilan internasional pada tahun 2016 menyebutkan bahwa elemen utama dari klaim Tiongkok di Laut China Selatan, seperti sembilan garis putus-putus serta sejumlah aktivitas di perairan Filipina, adalah melanggar hukum. China mengatakan mereka tidak mengakui putusan tersebut.

Baca juga:

penjaga pantai Filipina

Sumber gambar, BBC/Virma Simonette

Keterangan gambar, Para petugas penjaga pantai Filipina terus mengawasi pergerakan kapal-kapal China.

Jumlah kapal China yang terlihat di sekitar perairan dangkal itu sangat mengintimidasi. Kami bisa melihat mereka di segala arah, jauh melebihi jumlah yang bisa dikerahkan oleh Filipina.

“Kami adalah Daud di mata Goliat,” kata Komodor Tarriela.

Sulit untuk melihat ke mana kebijakan baru Presiden Marcos ini akan berujung, meskipun ia mendapat dukungan kuat dari Presiden AS Joe Biden dan telah meningkatkan program modernisasi jangka panjang untuk angkatan bersenjata.

Kapal-kapal China jelas terampil dalam taktik, meskipun berisiko. Mereka mungkin dapat mempertahankan blokade hampir tanpa batas waktu.

Setelah pertemuan kami dengan kapal-kapal China, pemerintah Tiongkok mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah berhasil mengusir kapal-kapal Filipina, yang dituduh memasuki perairan teritorialnya.

Memang benar BRP Bagacay mundur dari Scarborough Shoal setelah dihantam meriam air dari dua sisi. Kapal kedua, dengan perbekalan dan sebagian besar peralatan elektroniknya rusak. Kapal itu masih dikepung oleh kapal Tiongkok yang berjarak sekitar 20 km di belakang kami, sehingga kapal kami kembali untuk membantunya.

Baca juga:

Namun kedua kapal tersebut tetap berada di laut, di luar “garis merah” China namun masih berada dalam “sembilan garis putus-putus” Laut China Selatan yang diklaim China.

Pagi harinya puluhan perahu nelayan berkumpul di sekitar kami untuk menerima bantuan. Dari kejauhan kapal penjaga pantai China berjaga.

Dengan kembali terungkapnya taktik intimidasi Tiongkok, penjaga pantai Filipina memandang misi ini telah berhasil diselesaikan.

Para nelayan Filipina menerima bantuan dari kapal penjaga pantai Filipina.

Sumber gambar, BBC/Virma Simonette

Keterangan gambar, Sejumlah nelayan Filipina menerima bantuan dari kapal penjaga pantai Filipina.