Tes DNA ungkap identitas buron aksi pemboman yang paling dicari di Jepang

Satoshi Kirishima diduga pelaku pemboman yang menghancurkan sebagian bangunan di Tokyo pada tahun 1975.

Sumber gambar, NATIONAL POLICE AGENCY

Keterangan gambar, Satoshi Kirishima diduga pelaku pemboman yang menghancurkan sebagian bangunan di Tokyo pada tahun 1975.
    • Penulis, Flora Drury
    • Peranan, BBC News

Sebuah tes DNA mengungkap identitas seorang pria sekarat yang ternyata adalah salah satu buron paling dicari di Jepang. Dia adalah Satoshi Kirishima, sosok yang diduga melakukan rangkaian aksi teror bom di Jepang.

Kirishima mengungkapkan identitas sebenarnya pada Januari lalu. Di tengah kondisi kesehatannya yang buruk, dia mengatakan kepada polisi, "Saya ingin menemui kematian dengan nama asli saya".

Para pejabat keamanan Jepang telah mengonfirmasi bahwa pria berusia 70 tahun itu memang Kirishima.

Dia anggota kelompok militan yang bertanggung jawab di balik beberapa aksi pemboman yang mematikan pada tahun 1970-an.

Bagaimana tepatnya Kirishima bisa tetap buron begitu lama – meskipun wajahnya menghiasi poster-poster buron di seluruh Jepang – masih belum jelas.

Kirishima dicurigai membantu memasang dan meledakkan bom rakitan yang menghancurkan sebagian bangunan di distrik Ginza Tokyo pada 18 April 1975, menurut media lokal.

Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

Baca juga:

Pada saat itu, Kirishima tergabung dalam kelompok Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur (East Asia Anti-Japan Armed Front).

Ini adalah organisasi sayap kiri radikal yang diyakini berada di balik beberapa pemboman terhadap perusahaan-perusahaan di ibu kota Jepang, Tokyo, pada tahun 70-an.

Salah satunya adalah pemboman gedung Mitsubishi Heavy Industries yang menewaskan delapan orang dan lebih dari 160 lainnya terluka.

Kirishima diduga terlibat dalam empat serangan lain yang dilakukan kelompok ini.

Dua anggota lainnya dijatuhi hukuman mati karena keterlibatan mereka dalam serangan.

Diperkirakan Kirishima adalah satu-satunya anggota kelompok yang tidak pernah ditangkap oleh polisi.

Poster Satoshi Kirishima (kanan atas), anggota Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur – sebuah organisasi sayap kiri radikal yang bertanggung jawab atas serangan bom di ibu kota Jepang pada tahun 1970-an.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Poster Satoshi Kirishima, anggota Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur – sebuah organisasi sayap kiri radikal yang bertanggung jawab atas serangan bom.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Gambar seorang mahasiswa berusia 20-an berambut panjang dan berkacamata telah muncul dalam poster-poster yang tersebar di luar kantor polisi di seluruh negeri selama beberapa dekade.

Meskipun fotonya dipublikasikan secara luas, para tetangga sepertinya tidak menyadari ketika identitas Kirishima terungkap bulan lalu.

Salah satu tetangga menggambarkan Kirishima di surat kabar Mainichi sebagai pria yang "tenang dan serius" - yang cenderung bermain gitar di kamarnya setelah meneguk minuman beralkohol.

Kirishima, yang menggunakan nama Hiroshi Uchida, dilaporkan telah tinggal di kota Fujisawa, di tepi barat Tokyo, selama hampir 40 tahun.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa pernah bekerja sebagai buruh harian sebelum akhirnya bekerja di sebuah perusahaan konstruksi, lapor surat kabar Asahi Jepang.

Kantor berita NHK mengatakan Kirishima dibayar tunai dan tidak memiliki telepon untuk membantunya tetap di bawah radar.

Dan sepertinya dia juga tidak memiliki surat izin mengemudi dan juga asuransi kesehatan apa pun saat datang ke rumah sakit mencari pengobatan atas kanker stadium akhir yang diderita

Baru pada saat itulah dia mengungkapkan identitas aslinya, dan staf kemudian memberi tahu polisi.

Poster Satoshi Kirishima (kanan atas), anggota Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur – sebuah organisasi sayap kiri radikal yang bertanggung jawab atas serangan bom di ibu kota Jepang pada tahun 1970-an.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Poster Satoshi Kirishima (kanan atas), anggota Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur – sebuah organisasi sayap kiri radikal yang bertanggung jawab atas serangan bom di ibu kota Jepang pada tahun 1970-an.

Polisi mengatakan Kirishima bisa menceritakan rincian tentang keluarganya dan aktivitas Front Bersenjata Anti-Jepang Asia Timur yang hanya dia ketahui.

Wawancara itu berlangsung beberapa hari sebelum kematiannya pada 29 Januari lalu. Dia juga membantah beberapa tuduhan yang dialamatkan ke dirinya, kata seorang sumber kepada kantor berita Kyodo.

Seorang juru bicara kepolisian Tokyo mengonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa tes DNA kini semakin mendukung klaimnya.

Berkas kasus yang melibatkan Kirishima sedang dikirim ke Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo.

Namun, polisi juga akan terus menyelidiki apakah ada orang yang membantu Kirishima tetap tidak terdeteksi selama ini, menurut Kyodo News.