Jepang dikejutkan dengan 'teroris sushi' - bagaimana mengonsumsi sushi yang 'benar'?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Paul Feinstein
- Peranan, BBC Travel
Masyarakat Jepang dikejutkan dengan serangkaian video yang merusak tata cara menyantap sushi. Berikut adalah "cara yang benar" untuk menyantap salah satu makanan terlezat di dunia.
Pada Februari 2023, sebuah video muncul di dunia maya, memperlihatkan seorang laki-laki menjilati botol kecap yang ada di sabuk konveyor sushi.
Laki-laki itu juga mengutak-atik hidangan sushi lainnya, yang membuat para pengunjung restoran kecewa.
Itu seharusnya menjadi akhir dari cerita, tetapi seperti kebanyakan tren viral, peniru penghancur sushi bermunculan.
Mereka menampilkan video dengan adegan menjilati sumpit, menggosokkan air liur pada sushi, dan menaruh wasabi pada pesanan orang lain.
Tiga dari pelakunya telah ditangkap oleh polisi Jepang, dengan harapan bisa menghentikan perilaku yang dianggap sebagai kejahatan itu.
Namun, tindakan serupa masih mengejutkan negara yang terkenal dengan aturan, regulasi, kebersihan, dan etiketnya, terutama dengan makanannya.
Selain itu, restoran sushi di Jepang telah mulai menonaktifkan sabuk konveyor mereka atau memasang sensor dan kamera untuk menangkap basah "teroris sushi".
Jelas, pelanggaran menjilat sushi sabuk konveyor, yang dikenal sebagai restoran kaiten, terbatas pada ekstremis.
Namun, masih ada aturan makan sushi yang harus diikuti jika Anda ingin menghindari kesalahan yang memalukan.
Di sisi restoran sushi mewah, ada Sukiyabashi Jiro, restoran yang hampir mustahil untuk dikunjungi, yang terkenal akibat film dokumenter Jiro Dreams of Sushi.
Di situsnya, mereka memiliki daftar 12 aturan, yang berkisar dari cara menggunakan sumpit dan membersihkan langit-langit mulut, hingga durasi waktu makan ikan yang tersaji di hadapan Anda.
Penulis makan di sana dan ditegur karena makan terlalu lama.

Sumber gambar, Alexander Spatari/Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Menurut Kazunori Nozawa, salah satu pendiri restoran sushi SUGARFISH yang terkenal dan Sushi Shokunin (Master) yang sesungguhnya, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam dunia sushi.
Pertama, Nozawa berkata, "Jangan menggosok sumpit Anda setelah Anda memisahkannya, itu dianggap tidak sensitif."
Dia melanjutkan dengan catatan yang mengejutkan bahwa, "makan dengan sumpit lebih baik, tetapi makan dengan tangan juga dibolehkan. Jika Anda membutuhkan garpu, tidak apa-apa, minta saja."
Aturan etiket tambahan dari Nozawa meliputi:
"Lebih baik segera makan sushi Anda setelah disajikan. Alasannya, terutama agar nori tidak kehilangan teksturnya, untuk jenis hand roll atau gunkan."
"Makan nigiri dalam satu gigitan."
"Jika Anda menambahkan wasabi, tidak apa-apa menambahkannya ke kecap Anda, tetapi Anda harus memiliki kecap asin lain yang tidak mengandung wasabi. Tidak semua hidangan cocok dengan wasabi."
"Jangan menambahkan jahe di atas sushi Anda. Itu dimaksudkan sebagai pembersih mulut di antara hidangan."
"Jika sushi memiliki saus sendiri, jangan dicelupkan ke dalam kecap. Saat mencelupkan nigiri ke dalam kecap, saya sarankan Anda mencelupkan sedikit sisi nasi, bukan sisi ikan, meskipun banyak orang lain percaya sebaliknya. Cobalah dan Anda akan merasakannya perbedaannya."
"Bukan aturan etiket, tapi saat makan hand roll, gigit, balikkan, dan gigit dari sisi yang lain. Ini membantu menjaga roll tetap utuh."
Nozawa dan Jiro mungkin akan berdebat sangat panjang di bagian mencelupkan nasi ke dalam kecap atau tidak, karena itu nomor enam dalam daftar "pantangan" Jiro.

Sumber gambar, SellWellGetty Images
Universitas Sushi
Banyak juga aturan yang tak disampaikan.
Andrea Fazzari , fotografer pemenang Penghargaan James Beard dan penulis Sushi Shokunin serta buku yang akan datang tentang budaya Jepang, mengatakan, "saat bersantap di sushiya (restoran sushi) yang bagus, penting untuk menghormati master sushi, bahan-bahannya, dan segala sesuatu tentang di mana Anda berada.
Jika Anda makan dengan orang lain, percakapan harus diredam dan suara kecil. Master sushi dan apa yang Anda makan harus menjadi fokus."
Dia juga menjelaskan "jangan meminta tambahan apa pun: shoyu (kecap), wasabi, jahe.
Anda tidak akan diberi cawan kecil untuk tambahan shoyu, untuk merendam nigiri Anda. Nigiri sudah sempurna sebagaimana adanya, disiapkan sesuai keinginan tuannya."
Dengan semua ini, pengalaman makan sushi di Jepang seharusnya tidak menakutkan.
Koki sushi ingin Anda menikmati pengalaman Anda, tetapi aturan dan kendala bahasa bisa menjadi penghalang.
Di situlah Universitas Sushi berperan. Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Sushi bermitra dengan seorang penerjemah yang menemani Anda dalam perjalanan makan sushi sehingga Anda bisa mendapatkan pengalaman yang maksimal.
Mereka membantu Anda mengobrol dengan koki, menjelaskan sejarah hidangan, dan, tentu saja, membuat Anda nyaman dengan aturannya.
Sementara Universitas Sushi memiliki daftar panjang aturan sushi, Tetsuya Hanada, pendiri dan direktur pelaksananya, menambahkan beberapa etiket untuk dipertimbangkan, seperti "pastikan hanya menggunakan sedikit kecap pada topping saja.
Nasi sushi (shari) menyerap kecap dengan sangat cepat, jadi mencelupkan sisi nasi sushi akan membuat potongannya berantakan.
Juga, jangan menggunakan terlalu banyak kecap agar tidak menghalangi rasa lembut ikan."

Sumber gambar, Ridofranz /Getty Images
Hanada juga menjelaskan bahwa, " Aojiso (daun oba), banyak digunakan sebagai tsuma (hiasan), meninggalkan rasa yang kuat di mulut setelah Anda makan.
Ini membuat Anda kehilangan rasa sushi, dan oleh karena itu lebih baik menghindarinya kecuali sudah disiapkan di dalam nigiri sushi atau sushi roll.
Jahe ada untuk menyegarkan lidah Anda setelah makan topping berlemak. Jika Anda makan terlalu banyak, itu akan mempengaruhi rasa sushi.
"Selain itu, tidak ada urutan khusus untuk menyantap hidangan. Makanlah sesuai urutan yang Anda suka. Namun, karena rasanya yang manis akan mempengaruhi selera Anda, lebih baik tinggalkan anago (belut) dan tamagoyaki (telur dadar gulung Jepang) sampai akhir," kata Hanada.
Salah satu nasihatnya yang lebih unik adalah tentang meja kedai [konter] sushi itu sendiri.
"Konternya mudah tergores, jadi harap jangan letakkan ponsel, jam tangan, atau benda lain di atasnya.
Konter cypress dapat menelan biaya beberapa ratus ribu dolar. Yang harus Anda lakukan adalah melepas jam tangan dan meletakkan ponsel cerdas Anda di atas saputangan.
Jika Anda tidak sengaja menumpahkan kecap, jangan membersihkannya sendiri, tetapi panggil staf untuk membersihkannya."
Kembali ke awal, ada juga aturan tak pernah diucapkan untuk restoran sushi sabuk konveyor.
Sebagai permulaan, kebersihan sangat penting dan Anda harus selalu membersihkan tangan Anda.
Setelah Anda mengambil piring, simpan piring itu, jangan pernah meletakkannya kembali di konveyor. Jangan pernah menyentuh sabuk konveyor atau meletakkan apa pun di atasnya.
Dan terakhir, ketika tiba waktunya untuk membayar.
Susun piring Anda dengan rapi. Piring-piring itu memiliki kode warna untuk menunjukkan apa yang Anda makan dan berapa harga per porsinya.
Versi bahasa Inggris dari artikel ini berjudulThe 'right' way to eat sushi: Tips from the experts on sushi rules to followbisa Anda baca diBBC Travel.











