'Tragedi berlanjut' - Tujuh orang tewas dalam penembakan kedua di California, dua hari setelah penembakan saat perayaan Imlek

Penangkapan tersangka pelaku dalam penembakan Half Moon Bay

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Penangkapan tersangka pelaku dalam penembakan Half Moon Bay.

Seorang pria bersenjata menembak mati tujuh orang sebelum berhasil dibekuk di California, AS, Senin (23/01). Insiden ini terjadi dua hari setelah tragedi penembakan pertama yang merenggut nyawa 11 orang saat perayaan Imlek.

Kedua serangan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda di kawasan kota pesisir Half Moon Bay, sekitar 50 kilometer sebelah selatan San Francisco, AS.

Pelaku penembakan kedua teridentifikasi sebagai pria berusia 67 tahun yang bernama Zhao Chunli.

Ia diketahui tinggal di daerah setempat.

Serangan ini terjadi ketika negara bagian itu masih mengenang tragedi yang terjadi di Monterey Park – wilayah yang mayoritas penduduknya orang Asia-Amerika – saat perayaan tahun baru Imlek.

Sang terdakwa terlihat menyerahkan diri kepada pihak polisi San Mateo County, Senin, berdasarkan rekaman media.

Empat korban pertama ditemukan di lahan pertanian jamur sekitar pukul 14:22 siang, waktu setempat (05:22 WIB).

Sementara, tiga korban lainnya ditemukan di perusahaan pengangkutan truk yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Tim kepolisian belum menemukan motif terkait serangan itu.

Christina Corpus, Kepala Departemen Polisi San Mateo County, dalam jumpa pers, mengatakan, pelaku ditangkap setelah ia menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat, pukul 16:40 sore (07:40 WIB).

Ia membawa pistol semi-otomatis yang diduga dia gunakan dalam serangan tersebut.

Dia bersikap ‘kooperatif’ saat diperiksa polisi, kata Corpus.

Corpus mengatakan ada korban kedelapan yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan kritis.

“Penembakan seperti ini menyeramkan,” kata Corpus.

“Ini adalah tragedi yang terlalu sering kita dengar, tetapi hari ini baru benar-benar terjadi di tempat kita sendiri, San Mateo County.”

Dalam jumpa pers, Sheriff Corpus juga mengonfirmasi bahwa sebagian dari saksi mata mencakup anak-anak yang baru pulang dari sekolah dan tinggal di perumahan sekitar.

“Adanya anak-anak yang menyaksikan kejadian ini adalah hal yang amat buruk,” kata Corpus.

: Sosok Zhao Chunli dalam foto surat izin mengemudinya.

Sumber gambar, Police Handouts/CBS

Keterangan gambar, Sosok Zhao Chunli dalam foto surat izin mengemudinya.

Gubernur California, Gavin Newsom, dalam cuitan di Twitter, mengatakan ia sempat berada “di rumah sakit, bertemu dengan para korban penembakan massal [pertama] ketika saya ditarik keluar untuk diinfokan mengenai penembakan lain.

“Kali ini di Half Moon Bay. Tragedi diikuti tragedi.”

Anggota Dewan Half Moon Bay Debbie Ruddock mengatakan kepada media NBC bahwa para korban merupakan buruh tani China.

 Presiden Dewan Pengawas Kabupaten San Mateo Dave Pine mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa serangan itu dilakukan oleh seorang "pekerja yang tidak puas".

“Kami tersakiti oleh tragedi yang terjadi hari ini di Half Moon Bay,” kata Pine dalam pernyataannya.

“Kekerasan bersenjata, sayangnya, telah melanda di tempat kami tinggal. Kami bahkan tak sempat berduka bagi mereka yang meninggal dalam penembakan mengerikan di Monterey Park. Kekerasan bersenjata harus dihentikan."

Penembakan di California yang menewaskan 11 orang pada perayaan tahun baru Imlek

Monterey Park

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Aparat keamanan berjaga di sekitar studio dansa yang menjadi TKP penembakan di Monterey Park.

Sebelumnya, 11 orang tewas dalam salah satu insiden penembakan massal terparah di California, Amerika Serikat pada Sabtu (21/01) waktu setempat.

Seorang pria Asia diduga melepas tembakan ke sebuah studio dansa di Monterey Park.

Tersangka belakangan ditemukan tewas karena bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

Polisi telah mengidentifikasi tersangka sebagai Huu Can Tran, pria dari etnis Asia berusia 70 tahun. Belum diketahui motif serangan itu, namun polisi sedang menyelidiki riwayat kriminal dan kejiwaan Tran.

Sebelumnya, ribuan orang telah berkumpul di Monterey Park, yang terletak di timur Los Angeles, untuk merayakan tahun baru Imlek.

Baca juga:

Berbicara di konferensi pers pada Minggu pagi (22/01), Kapten Andrew Meyer dari Departemen Sheriff Los Angeles mengatakan bawa pada hari Sabtu pukul 22:22 waktu setempat (13:22 WIB hari Minggu) polisi merespons laporan tentang tembakan dari satu tempat bisnis di West Garney Avenue, Monterey Park.

“Ketika petugas sampai ke lokasi sejumlah orang – pelanggan lokasi itu – berhamburan keluar sambil berteriak-teriak,” ujarnya.

“Petugas masuk ke lokasi dan menemukan beberapa korban lagi ... 10 korban dinyatakan meninggal di tempat. Setidaknya ada 10 korban lagi yang dibawa ke beberapa rumah sakit setempat dan dinyatakan dalam berbagai kondisi, dari stabil hingga kritis.”

Meyer mengatakan si pelaku melarikan diri dari lokasi setelah melakukan penembakan.

Polisi menduga penembakan ini berkaitan dengan insiden di Alhambra, yang terjadi 20 menit setelahnya, di mana seorang pria Asia berjalan masuk ke sebuah studio dansa dengan membawa senjata api.

Beberapa orang berhasil merebut senjata itu darinya, sebelum dia meninggalkan lokasi.

Beberapa jam kemudian, tim SWAT mengepung sebuah mobil van putih yang di sebuah area parkir di Torrance.

Setelah pengepungan selama dua jam, polisi mengatakan si tersangka menembak dirinya sendiri di dalam mobil van.

Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai Huu Can Tran, pria berusia 72 tahun. Tidak ada tersangka lain, kata polisi.

penembakan Monterey Park

Sumber gambar, Los Angeles County Sheriff Department

Keterangan gambar, Buletin yang dirilis polisi Los Angeles untuk mengidentifikasi perilaku.

Para detektif belum menentukan motif serangan itu, namun mereka sedang menyelidiki riwayat kriminal dan kejiwaan Tran.

Belum jelas berapa banyak senjata api yang digunakan dalam penembakan ini, tapi polisi telah menyita sebuah pistol semi otomatik dan sebuah pistol handgun. Salah satu senjata yang ditemukan mungkin ilegal untuk dimiliki di California, namun perlu penyelidikan lebih lanjut, kata polisi.

Juga belum jelas apakah insiden ini ada kaitannya dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Sheriff LA County Robert Luna berkata ini bisa jadi “ada atau tidak ada” kaitannya.

Ketika ditanya apakah polisi berpikir penembakan ini adalah kejahatan yang dilatari kebencian, Luna berkata: “Semuanya mungkin. Kami tidak tahu apakah ini secara spesifik kejahatan kebencian, menurut definisi hukum.”

Presiden Joe Biden mengatakan dukungan penuh pemerintah federal akan dikerahkan untuk menginvestigasi penembakan di Monterey Park.

Dalam sebuah pernyataan, ia menyebutkan bahwa komunitas Asia-Amerika dan penduduk asli Hawaii, Pulau-Pulau Pasifik adalah yang paling terpukul oleh penembakan ini karena banyak dari mereka sedang merayakan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada tanggal 22 Januari.

"Meskipun masih banyak yang belum kita ketahui tentang motif serangan yang tidak masuk akal ini, kita tahu bahwa ada banyak keluarga yang berduka malam ini, atau berdoa agar orang terkasih mereka akan sembuh dari luka-luka mereka," ujarnya.

Baca juga:

Festival Tahun Baru Imlek Monterey Park adalah acara tahunan untuk menandai awal kalender lunar, yang dirayakan di Cina dan budaya Asia Timur lainnya.

Menurut situs web pemerintah setempat, festival tahun ini menampilkan pertunjukan barongsai serta kedai makanan, wahana, dan hiburan lainnya.

Dikatakan juga bahwa acara sebelumnya telah menarik lebih dari 100.000 pengunjung per hari dari seluruh California selatan.

Menyusul insiden ini, otoritas pemerintah kota Monterey Park membatalkan sisa festival Tahun Baru Imlek, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu.

Mereka mengatakan meskipun penembakan tidak terjadi di acara tersebut, penyelidikan aktif yang sedang berlangsung berpengaruh ke area di dekat dan sekitar festival.

'Pukulan bagi komunitas Asia'

Monterey Park adalah tempat tinggal bagi sekitar 60.000 orang dan populasinya sebagian besar adalah orang Asia-Amerika, menurut data Sensus AS.

Sekitar 65% penduduknya mengidentifikasi diri sebagai orang Asia-Amerika, sementara 27% adalah Hispanik atau Latin.

Hampir 14% dari populasi kota berkulit putih, 4% mengidentifikasi sebagai dua atau lebih ras, dan 1% berkulit hitam.

May Lee, seorang jurnalis di California selatan, menjabarkan serangan itu sebagai "pukulan bagi hati dan jiwa" komunitas Asia-Amerika.

Dalam wawancara dengan BBC, Lee mengatakan bahwa meskipun motif si pembunuh belum diketahui, serangan itu terjadi pada saat insiden kebencian terhadap orang Asia-Amerika sedang meningkat.

Insiden ini telah menyatukan komunitas, itu hal yang baik, tetapi juga menciptakan ketakutan, katanya.

"Terlepas dari motif [untuk serangan itu], apa yang dilakukannya ialah menanamkan lebih banyak ketakutan pada yang sudah ada dan memperburuk masalah yang sedang berlangsung."

Penembakan Monterey Park

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tim SWAT mengepung mobil van pelaku selama dua jam.

Penembakan hari Sabtu di Monterey Park adalah salah satu insiden penembakan massal terburuk dalam sejarah modern California.

Pada tahun 2018, seorang mantan Marinir AS membunuh 12 orang di sebuah bar di Thousand Oaks sebelum bunuh diri.

Sebelumnya, sepasang suami istri membunuh 14 orang di pesta liburan kerja di San Bernardino pada 2015 sebelum tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Penembakan paling mematikan dalam sejarah California modern terjadi pada tahun 1984 ketika seorang pria bersenjata membunuh 21 orang di sebuah restoran McDonald's di San Ysidro, dekat San Diego.