Elkan Baggott: 'Saya tidak lirik Instagram selama Piala Asia'

Sumber gambar, Getty Images
Elkan Baggott tengah menjadi sorotan internasional atas kiprahnya di tim nasional Indonesia pada perhelatan Piala Asia di Qatar. Kepada BBC, dia mengaku mematikan notifikasi di akun media sosial Instagram supaya bisa fokus ke pertandingan di depan mata.
Bagi pria yang lahir di Thailand pada 21 tahun silam tersebut, menjadi pusat perhatian bukanlah sesuatu yang baru. Pengikut Elkan di Instagram sudah mencapai 1,6 juta akun – tetapi dia memilih untuk tidak meliriknya.
“Pada hari-hari pertandingan atau sehari setelahnya, Instagram tidak akan saya sentuh,” ujar bek Ipswich Town itu kepada BBC.
“Karena banyak sekali orang-orang berkomentar tentang pendapat mereka soal permainan Anda dan terkadang ini bisa mempengaruhi cara Anda berpikir. Jadi, saya belajar untuk tidak memperhatikan komentar-komentar ini.
“Notifikasi Instagram saya matikan. Aplikasi ini lebih saya pakai untuk mengecek unggahan-unggahan yang dikirimkan teman-teman saya. Saya berusaha membuatnya senormal mungkin.”
Kendati demikian, bukan berarti Elkan tidak mau dikritik.
“Pekerjaan saya sebagai pesepakbola profesional adalah untuk berperforma bersama tim. Jadi kalau saya tidak bermain dengan baik, saya akan mendengarnya. Tetapi ini sama saja dengan di Ipswich, di Inggris, dan klub-klub lainnya.”
Indonesia kalah dari Irak dengan skor 1-3 pada pertandingan pembuka babak grup pada Senin (15/01) dan Elkan memperoleh kartu kuning pada awal laga.
Sebelum pertandingan, Elkan, yang sudah tampil empat kali bersama Ipswich di Piala Liga Inggris pada musim ini, mengatakan: “Sebagian besar orang di dunia barangkali tidak tahu bagaimana Indonesia sangat menggebu-gebu soal sepakbola. Bahkan untuk pertandingan U-23 yang saya geluti, masih ada lebih dari 20.000 orang menonton.”
“Semangat membara untuk olah raga sepakbola dan kecintaan akan timnas begitu luar biasa.”
Kebanggaan keluarga

Sumber gambar, AFP
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam serta finalis Piala Asia 2019, Jepang, pada babak penyisihan grup Piala Asia di Qatar.
“Ini adalah turnamen yang luar biasa terutama untuk negara kami. Sudah lama kami hadir di sini,” ujar Elkan.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi saya untuk berada di turnamen besar untuk pertama kalinya dan semoga kami bisa berbuat yang terbaik.”
Baca juga:
Ibu Elkan berasal dari Indonesia, sementara sang bapak berkebangsaan Inggris.
Saudara-saudara Elkan yang tinggal di Indonesia begitu mengelu-elukannya saat debut internasionalnya pada pertandingan melawan Afghanistan tahun 2021. Sayangnya, Elkan tidak lama di lapangan karena mengalami cedera kepala pada paruh kedua pertandingan.
“Sepupu saya mengirim pesan teks untuk memberikan selamat,” ujar Elkan. “Rasanya cukup aneh karena kadang-kadang saya bermain di lokasi yang berbeda di dunia, lalu mereka bilang ‘kami sedang ada di bar dan ada kamu di TV’.
“Saya sangat dekat dengan keluarga saya yang dari Indonesia dan tergugah rasanya bisa membuat mereka bangga dengan bermain untuk negara.
“Saya bisa bicara sedikit Bahasa Indonesia. Saya paham beberapa frasa dan kata, dan juga bisa bicara sedikit-sedikit. Tapi ini adalah sesuatu yang ingin saya pelajari lebih lanjut supaya bisa lebih lancar dan, suatu hari, bisa berbicara dengan fasih.”
Saat ini, fokus bek yang dikontrak klub Ipswich sampai musim panas 2025 itu adalah Piala Asia, yang akan berlangsung hingga tanggal 10 Februari. Bermain baik di Qatar bisa memperbesar kans dirinya untuk tampil di skuat utama Ipswich dalam kompetisi Divisi Championship di Inggris.
Kiprah Elkan bersama timnas Indonesia selama ini menjadi bahan perbincangan di Stadion Portman Road, markas Ipswich.
“Ada ketertarikan akan apa yang saya lakukan, yakni melihat belahan dunia yang lain. Orang-orang bertanya ‘seperti apa negeri itu [Indonesia]?’, ‘gaya sepakbola mereka bagaimana?’, ‘kualitasnya seperti apa?’ karena sedikit berbeda dengan Liga Inggris.”









