Tragedi sepak bola menyusul pertandingan Arema-Persebaya, salah satu insiden paling fatal di dunia, dalam gambar

Sumber gambar, Reuters
Tragedi sepak bola yang pecah setelah pertandingan antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, merupakan salah satu bencana sepak bola terbesar dunia.
Sejauh ini 125 orang dinyatakan meninggal dan sekitar 300 lainnya luka-luka dalam kerusuhan menyusul pertandingan bola pada Sabtu (01/10) itu.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, ANTARA foto
Banyak keluarga korban saat ini menanti di rumah sakit untuk mencari tahu nasib anggota keluarga mereka.
Korban meninggal dilaporkan termasuk anak berusia lima tahun.

Sumber gambar, ANTARA Foto
Polisi menyebut insiden itu kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan Arema dan Persebaya. Para pendukung turun lapangan menyusul kekalahan Arema 2-3.
Polisi disebutkan melepaskan gas air mata ke arah pendukung termasuk ke tribun.
Para penonton menjadi panik dan ribuan orang mencoba berlari ke arah jalan keluar. Banyak yang terhimpit dan meninggal karena kekurangan oksigen.

Sumber gambar, ANTARA foto
Selain di stadion, kerusuhan juga menjalar ke luar. Setidaknya 13 mobil hangus terbakar, termasuk mobil pribadi dan mobil polisi.

Sumber gambar, ANTARA foto

Sumber gambar, Reuters
Kondisi tribun di Stadion Kanjuruhan, Malang, setelah kejadian.

Sumber gambar, ANTARA foto
Polisi mengatakan mereka akan memusatkan pada bantuan kepada tim medis untuk membantu korban dan mengidentifikasi korban meninggal.

Sumber gambar, ANTARA foto

Sumber gambar, ANTARA foto

Sumber gambar, Reuters
Penggunaan gas air mata dalam menghadapi massa banyak dipertanyakan karena dilarang berdasarkan peraturan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Pemerintah Indonesia - melalui Menko Polhukam Mafud MD - mengatakan akan melakukan penyelidikan dan evaluasi.
"Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan," kata Mahfud.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, ANTARA foto
Dalam unggahan di Instagram, Mahfud mengatakan sekitar 42.000 tiket dikeluarkan untuk stadion yang berkapasitas 38.000.

Sumber gambar, ANTARA foto
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Nico Afinta mengatakan sekitar 3.000 suporter turun lapangan setelah kekalahan Arema.
Nico menyebut sejumlah pendukung melakukan tindakan anarkis.
Banyak korban yang dirawat di rumah sakit Kanjuruhan mengalami benturan, sesak napas karena kekurangan oksigen karena berdesak-desakan mencari jalan keluar setelah gas air mata ditembakkan, menurut paramedis Boby Prabowo kepada Reuters.












