Mobil boks MBG tabrak puluhan siswa di Jakarta Utara, apa yang telah diketahui sejauh ini?

Mobil boks MBG menabrak siswa di Jakarta

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Petugas Dinas Perhubungan memeriksa mobil boks Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12).
Waktu membaca: 6 menit

Setidaknya 21 anak dirawat di rumah sakit setelah sebuah mobil boks berstiker Badan Gizi Nasional tiba-tiba masuk menabrak pagar SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara. Mobil yang disebut hendak mengantar "makanan bergizi gratis" itu kemudian melindas para siswa yang tengah berkegiatan di lapangan sekolah.

Saat peristiwa itu terjadi, para siswa sekolah tersebut tengah mengikuti kegiatan literasi.

Merujuk berbagai video dari lokasi kejadian, para murid duduk berbaris, memenuhi lapangan di bagian depan sekolah.

Bagaimana kronologi kejadian?

Sekitar pukul 06.30 WIB, tiba-tiba mobil boks abu-abu masuk menghantam pagar sekolah.

Mobil itu menabrak satu orang dewasa yang berdiri di depan pagar, lantas melindas para siswa yang tengah duduk bersila.

Histeria pecah seketika. Sejumlah murid bersegaram putih-merah yang dilindas tampak terkapar di bawah dan di sekitar mobil boks.

Anak-anak yang ditabrak itu lantas dilarikan ke dua rumah sakit berbeda, yakni RSUD Koja dan RSUD Cilincing.

Menurut saksi mata bernama Ahmad Rifai, yang diwawancarai Tribunnews, mobil boks itu hendak masuk ke dalam sekolah.

Di depan pagar, kata Rifai, mobil boks sempat berusaha melewati tanjakan di depan pagar sekolah.

"Tiba-tiba dia kencang menabrak gerbang sekolah sampai jatuh gerbangnya," ujarnya.

Anak, MBG, Jakarta

Sumber gambar, Detikcom

Keterangan gambar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta RSUD Koja dan RSUD Cilincing melakukan upaya medis apapun untuk korban.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bilang bahwa mobil boks itu rutin datang ke SDN 01 Kalibaru.

Berbeda pada hari-hari sebelumnya, Pramono berkata sopir pengantar MBG itu bukanlah sopir yang biasanya mengendarai mobil boks tersebut.

"Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, mobil masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol, menabrak murid dan guru yang lagi dikumpulkan untuk proses literasi," kata Pramono kepada pers di RSUD Koja.

Insiden ini, menurut Pramono, sama sekali tidak terduga. "Pagar tertutup rapat, tapi mobil tetap masuk dan menabrak," ucapnya.

Sopir mobil itu itu kini ditahan di Polsek Cilincing, klaim Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendiz.

"Kami memastikan bahwa penanganan kasus dilakukan secara cepat oleh jajaran kepolisian," ujar Erick, seperti dilansir kantor berita Antara.

Bagaimana kondisi para korban?

Kapolres Jakarta Utara berkata, jumlah korban berjumlah 19 orang. Dari jumlah itu, lima di antaranya dirawat di RSUD Koja.

Selain siswa, satu dari seluruh korban yang dilarikan ke rumah sakit itu merupakan guru. Guru itu bakal segera dioperasi mengalami patah kaki, kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, usai menjenguk para korban di RSUD Koja.

Di rumah sakit itu pula, kata Rano, satu siswa bakal menjalani operasi karena mengalami luka di bagian wajah.

Rano berkata, tidak terdapat korban yang meninggal akibat peristiwa ini. Namun dia menekankan, salah satu korban "memerlukan perawatan khusus".

MBG, anak

Sumber gambar, Tribunnews

Keterangan gambar, Rekaman CCTV saat mobil boks pengangkut MBG masuk ke dalam lapangan SDN Kalibaru 01.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Di RSUD Koja, terdapat sejumlah keluarga korban yang memantau kondisi anak-anak mereka.

Salah satunya Yana, tante Muhammad Fillio Dinata, siswa kelas 4 SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara.

Menurut Yana, keponakannya itu kini dirawat di ruang progressive care unit (PCU) karena mengalami luka cukup parah.

Yana menyebut bocah yang biasa disapa Lilo itu duduk di barisan belakang ketika mobil boks melintas. Lilo terkena hantaman langsung mobil serta mengalami luka di pelipis, paha kanan, dan rahang.

"Di sini [menunjuk rahang] kan ada luka serius. Gigi tanggal 18, copot semua," kata Yana kepada wartawan Arie Firdaus yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Yana hadir di RSUD Koja bersama anggota keluarga lain. Mereka menunggu di paviliun terbuka yang terletak di seberang pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebuah posko layanan Polri berdiri di pojokan paviliun.

Sesekali, Yana dan anggota keluarga bergantian menegok kondisi Lilo yang dirawat di ruang PCU di lantai 7 RSUD Koja.

"Alhamdulillah, [Lilo] sadar. Cuma masih belum bisa dilakukan penanganan karena trauma. Fokus ke [pemeriksaan] kepala saat ini, lanjut Yana, seraya menyebut bahwa keluarga para siswa lain berada di ruang PCU.

Yana menyebut sejumlah pejabat pemerintah telah mendatangi keluarga korban di RSUD Koja sejak pagi.

Selain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tiba pada Kamis siang.

Mobil boks Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, J

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Keterangan gambar, Mobil boks Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru dinaikkan ke truk pengangkut di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12).

Gubernur Pramono menyatakan telah meminta pihak rumah sakit melakukan tindakan medis apapun untuk penyembuhan para korban.

Pramono berkata, seluruh biaya yang muncul bakal ditanggung oleh Pemprov DKI.

"Jika diperlukan tindakan bedah dan sebagainya, saya minta diberikan dukungan sepenuhnya," ujar Pramono.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, juga tiba di rumah sakit tersebut sekitar 15.30 WIB. Sejenak memberi keterangan kepada wartawan, ia bergegas ke ruangan PCU.

Sekitar 30 menit berselang, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir menjenguk para korban. Masuk lewat pintu IGD, ia langsung menuju lantai 7.

Berselang sekitar 10 menit, Gibran turun dan bergegas menuju kendarannya tanpa memberikan keterangan.

Hingga Kamis (11/12) sore, 11 korban sudah dipulangkan dari RSUD Cilincing, sementara empat orang lain masih dirawat.

Apa kata BGN?

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengutarakan permohonan maaf atas insiden ini.

"Saya sampaikan keprihatinan mendalam, dan tentu saja permohonan maaf atas kelalaian petugas kami, kata Dadan, seraya menyebut bahwa pelayanan MBG di sekolah itu sudah berlangsung sejak 24 Maret 2025.

"Sejauh ini lancar karena dilakukan dengan sebaik-baiknya," kata Dadan.

Pengemudi mobil boks yang terlibat insiden hari ini, terang Dadan, merupakan supir pengganti, karena pengemudi utama sakit sejak dua hari terakhir.

"Sehingga KSPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM, [tapi] mungkin hanya kurang pengalaman, kata Dadan, seraya menyebut supir yang menabrak para siswa termasuk pegawai SPPG.

"Sudah pernah melakukan [mengantar MBG] beberapa waktu yang lalu ketika sopir yang reguler sakit. Supir ini juga yang me-handle. Dan untuk di minggu ini, ini baru yang kedua [mengantar]. kemarin dia melakukan dengan baik."

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, juga meminta maaf atas insiden mobil boks MBG yang menabrak para siswa dan guru di Jakarta Utara ini.

Sony mengklaim, lembaganya akan melakukan evaluasi untuk menelusuri dugaan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan MBG.

"BGN akan melakukan evaluasi internal, termasuk kemungkinan terjadinya pelanggaran SOP," ujarnya, seperti diberitakan Detikcom.

Siapa SPPG di SDN Kalibaru 01?

Berdasarkan penelusuran BBC News Indonesia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara dinaungi oleh Yayasan Darul Esti Sumidah. Yayasan ini memperoleh status badan hukum pada Desember 2024.

Fakta ini tertuang dalam sejumlah dokumen yang diterbitkan BGN, salah satunya Keputusan Sekretaris Utama BGN Nomor 72 Tahun 2025, tertanggal 14 Agustus 2025.

Penanggung jawab yayasan ini bernama Harry Sutarman, merujuk berkas lain yang dikeluarkan BGN. Sementara Ketua SPPG ini bernama Sahrul Gunawan Siregar.

BBC News Indonesia telah menghubungi nomor telepon Yayasan Darul Esti Sumidah yang tertera pada dokumen BGN, tapi nomor tersebut "tidak terdaftar".

Pada 20 November lalu, SPPG ini mengadakan "koordinasi pelaksanaan program MBG" di aula SDN Kalibaru 01. Baik Harry maupun Sahrul hadir dalam acara forum group discussion tersebut.

Pada 25 Agustus 2025, SPPG yang dinaungi yayasan ini menggelar seremoni peresmian Dapur Sehat SPPG Yayasan Darul Esti Sumidah. Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Dony Gredinand, menghadiri acara tersebut.

Selain SDN Kalibaru 01, SPPG ini juga menyalurkan produk MBG ke sejumlah sekolah, antara lain SDN Kalibaru 03, 09, SDN Cilincing 05, SDS Al Islamiyah, SMP Darusa'adah, SMP Al Husna, dan SMP Al Islamiyah.

Pada 10 Desember kemarin, SPPG ini menyalurkan menu MBG yang terdiri dari dimsum, tumis buncis jagung, psiang, kentang rebus, dan tahu lada garam.

Hampir setiap hari sejak 11 Agustus, SPPG ini mempublikasikan menu MBG yang mereka produksi.

Apa langkah polisi?

Kepolisian saat ini telah menahan sopir yang menabrak para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01.

Menurut Kapolsek Cilincing, Komisaris Bobi Subasri, sopir itu menginjak pedal gas saat berusaha menginjak rem.

"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, ada tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas," ujar Bobi kepada Detikcom.

Bobi berkata, kepolisian saat ini masih terus memeriksa sopir dan kernet mobil boks tersebut.

Kepolisian, kata dia, telah melakukan olah TKP.