Apa hasil analisis terbaru dari bukti-bukti di lokasi ledakan rumah sakit di Gaza?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Jake Horton, Joshua Cheetham dan Shayan Sardarizadeh
- Peranan, BBC Verify
Hampir dua pekan setelah ledakan di area parkir rumah sakit Al-Ahli, Kota Gaza, penyebab pasti insiden itu masih diperdebatkan.
Otoritas Palestina yang dikuasai Hamas di Gaza menuduh Israel menyerang rumah sakit itu melalui serangan udara.
Di sisi lain, pihak Israel mengatakan bahwa roket salah tembak yang diluncurkan kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) adalah penyebabnya, namun mereka menyangkalnya.
Inggris mengatakan pada Senin (23/10) lalu bahwa berdasarkan penilaian intelijen dan analisis para ahli senjata, kemungkinan besar ledakan berasal dari rudal yang ditembakkan di dalam Gaza ke arah Israel. Intelijen militer Perancis juga sampai pada kesimpulan yang sama.
AS mengatakan bahwa Israel tidak bisa disalahkan berdasarkan “citra satelit, penyadapan, dan informasi sumber terbuka untuk publik”. AS – bersama Inggris dan Prancis – belum merilis bukti yang mendukung penilaian mereka.
Kementerian Kesehatan Gaza – yang dikuasai Hamas – mengatakan hampir 500 orang tewas. Militer Israel mengatakan jumlahnya jauh lebih rendah.
Dalam waktu 24 jam setelah ledakan – yang terjadi pada 17 Oktober pukul 19.00 waktu setempat – tim BBC Verify telah memeriksa rekaman video, gambar, dan materi lainnya untuk memahami apa yang mungkin terjadi.
Seorang jurnalis BBC juga mengunjungi lokasi tersebut sehari setelah ledakan.
BBC terus mencermati bukti-bukti tersebut dan terdapat analisis lebih lanjut dari media lain serta puluhan pakar intelijen dari sumber terbuka di media sosial.
Ada tiga area yang menjadi fokus sejak ledakan tersebut: kurangnya serpihan senjata, skala lubang dan kerusakan di tempat kejadian, dan rekaman video proyektil yang melintas di atas Gaza yang merupakan inti dari gambaran Israel tentang apa yang terjadi.
Kurangnya serpihan senjata sejauh ini
Kadang-kadang, apa yang tidak dapat dilihat memberi tahu sama jelasnya dengan apa yang dapat dilihat.
Biasanya salah satu unsur terpenting ketika menyelidiki insiden semacam ini adalah dengan melakukan investigasi di lapangan, termasuk memeriksa dan menemukan serpihan proyektil yang mungkin memberikan petunjuk tentang sifat dan asal muasal senjata tersebut.
Gambar-gambar yang diambil segera setelah kejadian itu menunjukkan pasukan keamanan pimpinan Hamas berada di lokasi kejadian, dengan petugas unit peledak polisi Palestina (Explosive Ordnance Disposal Unit) sedang memeriksa lubang ledakan itu.

Namun kami belum melihat bukti adanya serpihan proyektil yang ditemukan di lokasi ledakan dan belum ada kabar terbaru yang signifikan dari para pejabat Gaza mengenai penyelidikan mereka.
Hamas mengatakan kepada New York Times bahwa rudal tersebut telah hancur dan tidak dapat dikenali lagi.
“Rudal itu larut seperti garam di dalam air. Ia menguap. Tidak ada yang tersisa,” kata Ghazi Hamad, pejabat senior Hamas.
Para pakar mengatakan sangat tidak lazim jika lokasi ledakan seperti ini tidak menghasilkan serpihan.
Mantan penyelidik kejahatan perang PBB Marc Garlasco mencuit: "Selama 20 tahun menginvestigasi kejahatan perang, ini adalah pertama kalinya saya tidak melihat sisa-sisa senjata. Dan saya telah bekerja di tiga perang di Gaza."

Lebih banyak teori tentang bukti dari tempat kejadian
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Bukti paling penting yang tersisa adalah gambar lokasi ledakan, yang difoto dengan jelas oleh sejumlah kantor berita keesokan paginya.
Apa yang jelas terlihat setelah ledakan itu adalah hanya menyisakan lubang kecil.
Tiga ahli mengatakan kepada kami bahwa lubang tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kerusakan yang biasanya disebabkan oleh jenis amunisi kendali presisi yang sering digunakan oleh Israel.
Senjata-senjata ini sering digunakan untuk meratakan bangunan atau menghancurkan struktur bawah tanah seperti terowongan - dan jika senjata ini dijatuhkan di tengah area, kata beberapa ahli kepada kami, senjata tersebut akan menyebabkan lubang dengan lebar dan kedalaman beberapa meter.
Lebih jauh tentang konflik Israel dan Hamas:
Sejak itu, beberapa komentator berpendapat bahwa kurang besarnya skala lubang itu dapat dijelaskan dengan penggunaan amunisi "semburan udara" - senjata yang akan meledak di atas tanah.
Namun para ahli yang bicara dengan kami mengatakan lokasi ledakan tidak sejalan dengan hal tersebut.
Para ahli tersebut sepakat bahwa pola kerusakan di darat kemungkinan besar disebabkan oleh roket atau amunisi yang lebih kecil.
Tempat parkir rumah sakit berisi belasan mobil yang hangus erbakar, termasuk satu mobil yang terbalik.
Terdapat ubin rusak, jendela pecah, dan bekas pecahan peluru di sekitar gedung rumah sakit, namun tidak tampak ada kerusakan bangungan.

J Andres Gannon, asisten profesor dari Universitas Vanderbilt, AS, mengatakan panas yang dihasilkan dari dampak tersebut mungkin disebabkan oleh sisa-sisa bahan bakar rudal, dan bukan ledakan dari hulu ledak (peledaknya).
Justin Bronk, peneliti senior di Royal United Services Institute (RUSI) yang berbasis di Inggris, setuju.
Meskipun sulit untuk memastikannya pada tahap awal, katanya, beberapa bukti menunjukkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh bagian dari rudal yang gagal lalu menghantam tempat parkir dan bahan bakar serta propelannya (kombinasi bahan bakar dan zat pengoksidasi). menyebabkan kebakaran.
Baca juga:
Namun dalam sepekan terakhir, tidak semua analisis setuju dengan hal ini.
Forensic Architecture, organisasiyang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia dan berbasis di Inggris, telah melakukan analisisnya sendiri terhadap lubang tersebut, dan menyatakan bahwa liang itu lebih konsisten dengan tanda-tanda dampak dari peluru artileri yang disimpulkan berasal dari arah Israel.
Disebutkan bahwa pola bekas ledakan di atas lubang konsisten dengan kerusakan akibat serpihan peluru yang diperkirakan dari serangan artileri.

Beberapa jenis artileri telah digunakan oleh Israel sejak awal konflik, termasuk howitzer M109 155mm dan peluncur roket M270 MLRS.
Kami kemudian menunjukkan gambar lubang tersebut kepada beberapa ahli senjata dan menanyakan kepada mereka apakah tanda kerusakan tersebut sesuai dengan jenis ledakan yang disebabkan oleh tembakan artileri.
NR Jenzen-Jones, direktur di Armament Research Services, mengatakan lubang tersebut secara signifikan lebih kecil dari lubang yang biasanya dihasilkan oleh proyektil artileri 155mm.
Namun Mark Cancian dari Centre for Strategic and International Studies mengatakan, berdasarkan bukti sejauh ini, sulit untuk membedakan apakah lubang akibat ledakan itu disebabkan oleh peluru artileri, mortir, atau roket – bisa saja salah satu dari itu.
Bukti dari lubang saja tidak mungkin bisa membantu kita memahami secara pasti apa yang menyebabkan hal ini.

Seberapa penting video proyektil itu?
Selain gambar-gambar yang diambil sesaat setelah kejadian, beberapa klip video juga bermunculan, menunjukkan ledakan dan momen-momen menjelang ledakan.
Kami menyinkronkan tiga klip video yang menunjukkan momen ledakan - satu dari jaringan berita Al Jazeera, satu dari kamera CCTV, dan satu lagi diambil dengan ponsel di dekat lokasi ledakan.
Video Al Jazeera, yang ditampilkan di kiri bawah (di video di atas), telah digunakan oleh otoritas Israel sebagai bukti atas klaim mereka mengenai roket yang salah sasaran yang diluncurkan dari dalam Gaza.
Video itu menunjukkan sebuah benda bergerak di langit, tampak pecah, dan beberapa detik kemudian, terjadi ledakan di tanah. Kami tahu ini adalah lokasi rumah sakit.
Klip ini telah berulang kali dianalisis dalam upaya untuk menjawab dua pertanyaan kunci - apa sebenarnya proyektil yang terlihat naik ke langit dan mungkinkah itu mengenai rumah sakit?
Analis sumber terbuka untuk publik termasuk Oliver Alexander dan Aric Toler serta timnya di New York Times meragukan apakah ledakan di langit yang ditampilkan dalam klip Al Jazeera terkait dengan ledakan di rumah sakit.
Analisis mereka menempatkan ledakan di udara terjadi sekitar 3,2 km dari rumah sakit, lebih dekat ke perbatasan Gaza-Israel.
Dengan kata lain, mereka yakin proyektil lain – yang tidak terlihat dalam video – menyebabkan ledakan mematikan di rumah sakit, namun mereka tidak tahu apa itu.
Itu juga masih menjadi perdebatan, apakah ledakan di udara yang terlihat dalam video adalah roket yang tidak berfungsi, seperti yang dikatakan oleh pihak berwenang Israel dan pihak lain.
Beberapa orang berpendapat bahwa itu menunjukkan sebuah roket dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.
Namun, beberapa ahli yang berbicara dengan kami mengatakan bahwa ledakan di langit tidak sesuai dengan apa yang biasanya diperkirakan terjadi setelah pencegatan Iron Dome.
“Sekitar satu detik sebelum ledakan, muncul ‘jejak komet’ yang berisi partikel-partikel terbakar di belakang roket – mungkin potongan butiran propelan yang hancur.
Setelah ledakan, ada awan puing-puing memanjang yang memudar setelah beberapa detik," kata Dr Uzi Rubin, analis pertahanan Israel di RUSI, sekaligus pendiri dan direktur pertama Organisasi Pertahanan Rudal Israel.
"Ini bukan tipikal intersepsi Tamir [Iron Dome], di mana hulu ledak Tamir meledak dan menyebabkan ledakan simpatik langsung dari hulu ledak roket musuh,” ujarnya kemudian.
Baca juga:
Kami bertanya kepada sejumlah ahli lainnya.
“Proyektil tersebut tidak memiliki jalur terbang seperti Iron Dome. Selain itu, Iron Dome hampir tidak pernah mengerahkan hanya satu pencegat,” kata Gannon.
Namun, Garlasco yakin rekaman itu konsisten dengan intersepsi Iron Dome.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada BBC bahwa intersepsi Iron Dome hanya terjadi di wilayah Israel.
CCTV, rekaman amatir, dan unggahan dari Al Jazeera dan Channel 12 Israel menunjukkan bahwa, satu menit sebelum ledakan di rumah sakit, setidaknya ada dua ledakan roket terpisah di daerah tersebut.
Para analis telah menekankan bahwa hal terpenting dalam investigasi seperti ini adalah memberikan akses kepada penyelidik independen untuk menilai lokasi tersebut, terhadap bukti fisik apa pun yang telah dikumpulkan, dan kemampuan untuk mewawancarai para korban.
Sejauh ini hal tersebut belum terjadi dan tidak pernah mudah di zona perang.
Laporan tambahan oleh Tom Spencer, Benedict Garman, Paul Brown, Jemimah Herd, Tural Ahmedzade, Emma Pengelly, Alex Murray dan Jamie Ryan.















