BBC World Service akan menutup 382 posisi sebagai upaya penghematan

Lembaga penyiaran BBC berniat menutup sekitar 382 posisi pada World Service sebagai upaya melakukan penghematan tahunan sekitar Rp482 miliar (£28,5 juta) dalam layanan internasionalnya.
Siaran radio dalam 10 bahasa, termasuk Indonesia, Arab, Persia, China, dan Bengali akan dihentikan, kata BBC.
Meskipun tidak ada biro mancanegara yang akan ditutup, banyak di antara biro tersebut yang akan berfokus pada layanan online untuk "meningkatkan dampak pada pemirsa".
BBC juga tengah melakukan penghematan tahunan yang lebih luas sebesar Rp8,4 triliun (£500 juta), antara lain dengan rencana memindahkan saluran televisi anak-anak CBBC dan saluran televisi BBC Four ke layanan daring.
Januari lalu, Mantan Sekretaris Kebudayaan Inggris Nadine Dorries mengumumkan, biaya lisensi televisi di Inggris yang mencapai sekitar Rp2,6 juta (£159) akan dibekukan selama dua tahun ke depan.
Pembekuan itu, dikombinasikan dengan inflasi yang tinggi dan biaya yang melonjak, "telah menyebabkan pilihan sulit," kata BBC.
BBC menambahkan, rencana terhadap World Service bertujuan mendukung strategi perusahaan dalam menciptakan "organisasi modern, dipimpin digital dan efisien".
Layanan radio lainnya yang akan berakhir adalah Kirgistan, Uzbekistan, Hindi, Tamil, dan Urdu.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Biro mancanegara yang berfokus pada layanan online adalah Indonesia, China, Gujarati, Igbo, Pidgin, Urdu, dan Yoruba.
World Service adalah badan penyiaran multimedia internasional, yang memberikan produk radio, TV, dan digital dalam berbagai bahasa dan kawasan.
Saat ini hampir 364 juta orang per minggu menikmati layanan ini dan sekitar setengah dari mereka mengaksesnya secara online.
Tidak ada Layanan Bahasa yang akan ditutup, dan World Service akan tetap "melayani audiens pada momen penuh resiko", memastikan bahwa orang-orang di negara-negara termasuk Rusia, Ukraina dan Afghanistan masih dapat mengakses layanan berita BBC.
World Service English juga akan terus menyediakan berita sepanjang waktu yang tersedia secara global.
BBC mengatakan akan mengumumkan penjadwalan, program, dan podcast baru di kemudian hari.
Liliane Landor, selaku Direktur World Service, mengatakan: "Peran BBC tidak pernah sepenting ini di seluruh dunia. BBC dipercaya oleh ratusan juta orang untuk berita yang adil dan imparsial, terutama di negara-negara yang kekurangan pasokan [informasi]."
"Kami membantu orang-orang di masa krisis. Kami akan terus menghadirkan jurnalisme terbaik kepada audiens dalam bahasa Inggris dan lebih dari 40 bahasa, serta meningkatkan dampak dan pengaruh jurnalisme kami dengan membuat produk jurnalistik kami berkembang lebih jauh."
Dia menambahkan bahwa ada "dorongan yang sangat kuat" bagi BBC untuk memperluas layanan digitalnya.
World Service English juga akan berinvestasi dalam podcast baru untuk audiens yang lebih muda secara global, bersama dengan untaian program pengetahuan selama satu jam dari unit sains baru BBC di Cardiff, ditambah lebih banyak berita langsung dan program olahraga.
Usulan lainnya antara lain:
- Memindahkan beberapa layanan dari London ke lokasi yang lebih dekat dengan pemirsa - misalnya memindahkan layanan Thailand dari London ke Bangkok, layanan Korea ke Seoul, layanan Bangla ke Dhaka, dan buletin TV Focus On Africa ke Nairobi.
- Memproduksi materi berita termasuk investigasi dan dokumenter yang lebih kolaboratif untuk memungkinkan produk jurnalistik tersebut bisa disimak lebih banyak.
- Membuat unit China baru yang berbasis di London.
- Membuat pusat konten Afrika yang menyediakan konten digital yang orisinal, khas, dan berdampak.
- Melanjutkan siaran TV terjadwal untuk bahasa Arab dan Persia, dan berinvestasi dalam membangun audio dan kemampuan digital lainnya dalam bahasa Arab dan Persia untuk menggantikan radio.
Rencana ini sekarang akan dikonsultasikan dengan staf dan serikat pekerja.
Philippa Childs, kepala serikat penyiaran Bectu, mengatakan mereka "kecewa melihat perubahan yang diusulkan".
Dia menambahkan: "Walau kami menyadari BBC harus beradaptasi untuk memenuhi tantangan lanskap media yang berubah, sekali lagi, para pekerja adalah pihak yang terkena dampak keputusan politik pemerintah yang dinilai buruk - pembekuan biaya lisensi dan tantangan pendanaan yang dihasilkan telah memaksakan proposal-proposal ini."









